Banda Aceh, 28 Oktober 2025 — Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian (MTIP) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Workshop Pembuatan Paten, Paten Sederhana, dan Hak Cipta di ruang Multi Purpose Room Gedung D Fakultas Pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari agenda akademik yang bertujuan menumbuhkan budaya inovasi dan meningkatkan jumlah karya ilmiah yang berujung pada perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Workshop menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Sri Mulyani, S.Sos dari Intellectual Property Management Office (IPMO) Universitas Gadjah Mada dan Prof. Dr. Ir. Akhyar, M.Eng, dosen Fakultas Teknik USK. Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Cut Erika, S.TP., M.Sc, dosen Fakultas Pertanian USK yang juga aktif membina riset mahasiswa di bidang teknologi pangan dan industri pertanian.

Dalam pemaparannya, Sri Mulyani menjelaskan tentang tata cara permohonan paten, paten sederhana, dan hak cipta, mulai dari proses administratif, penyusunan dokumen, hingga pengelolaan hasil inovasi agar bernilai komersial. Sementara Prof. Akhyar mengulas strategi efektif penyusunan paten dari perspektif akademik, serta tantangan yang dihadapi dosen dan mahasiswa dalam mematenkan hasil penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc, Ph.D, dalam sambutannya, menegaskan bahwa rendahnya jumlah hak cipta dan paten di USK bukan karena kurangnya ide, tetapi karena minimnya inovasi yang diformalkan. Berdasarkan data, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 142 paten dan hak cipta, sedangkan pada 2024 menurun menjadi 138. “Harapannya, tahun 2025 jumlah ini bisa meningkat signifikan. Sebenarnya ide tidak lahir di ruang formal, tetapi sering muncul di luar ruang formal, dari pengalaman lapangan, diskusi santai, hingga hasil interaksi sosial,” ujarnya. Ia juga berharap kolaborasi dengan UGM dapat menjadi pemicu semangat baru bagi sivitas akademika USK untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya berhak cipta.

Sementara itu, Koordinator Prodi MTIP, Dr. Ir. Juanda, S.TP., M.Sc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi sebuah gerakan ilmiah untuk membangun ekosistem berpikir kreatif, riset aplikatif, dan inovasi berkelanjutan. “Kita ingin menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa dan dosen berpikir ilmiah dan menghasilkan karya yang bisa dipatenkan. MTIP memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam paten dan inovasi teknologi pertanian,” tuturnya.

Ia menambahkan, melalui workshop ini peserta diharapkan mampu memahami proses paten, mulai dari ide, penelitian, hingga publikasi, serta memotivasi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian yang inovatif. “Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang inspiratif untuk memodifikasi hasil penelitian menjadi karya yang memiliki nilai paten dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Dr. Juanda.

Suasana workshop berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait proses dan tantangan dalam pengajuan paten, termasuk pengelolaan hak cipta karya ilmiah dosen dan mahasiswa. Para peserta juga mendapatkan panduan praktis dan studi kasus dari pengalaman UGM dalam mengelola ribuan paten yang telah berhasil didaftarkan.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian USK untuk memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus, sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperbanyak karya ilmiah yang tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga dilindungi secara hukum melalui paten dan hak cipta.

“UGM hari ini hadir bukan hanya berbagi ilmu, tetapi menjadi pemicu semangat bagi kita di USK agar tak hanya meneliti, tapi juga berinovasi dan melindungi hasil karya,” tutup Dekan Fakultas Pertanian dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan peserta.


📰 Sumber : Tim MTIP – Fakultas Pertanian USK
📍 Lokasi: Multi Purpose Room (MPR), Gedung D Fakultas Pertanian USK
📆 Tanggal: 28 Oktober 2025

Leave a comment