
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) berfoto bersama seusai kegiatan implementasi sistem irigasi sprinkler berbasis Internet of Things (IoT) pada tanaman kacang koro. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN Tematik USK 2025 yang dilaksanakan di Desa Lampeudaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/10/2025).
Aceh Besar, 25 Oktober 2025 — Tim dosen dan mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) melalui program KKN Tematik USK 2025 di Desa Lampeudaya, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Pertanian Cerdas Irigasi Sprinkler Berbasis Internet of Things (IoT) pada Tanaman Kacang Koro”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakan berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Universitas Syiah Kuala yang didanai melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK tahun 2025.
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi pertanian cerdas berbasis Internet of Things sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air serta produktivitas tanaman kacang koro di wilayah pertanian masyarakat Lampeudaya. Sistem irigasi sprinkler berbasis IoT yang diimplementasikan mampu mengatur penyiraman secara otomatis berdasarkan kelembapan tanah, sehingga petani dapat menghemat tenaga dan air tanpa mengurangi hasil panen.

Kegiatan PKM-BGB ini melibatkan dosen pembimbing dari Fakultas Pertanian USK, yaitu Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc., Zaidiyah, S.TP., M.Sc., Khairul Anwar, S.TP., M.T., serta Prof. Dr. Ing. Ir. Agus Arip Munawar, S.TP., M.Sc., IPU. Sementara itu, mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini terdiri dari Muklis Saputra Muis, Ammar Fadlulrahman, Fitri Ana, Nailul Authar Fahlevi, Tiara Ramadhani, Aulia Andriani, dan Alfi Sri Alfendra.
Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan sosialisasi, pelatihan, serta implementasi langsung sistem irigasi di lahan pertanian masyarakat. Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru tentang pemanfaatan teknologi untuk pertanian modern.
Melalui program PKM-BGB ini, diharapkan Gampong Lampeudaya dapat menjadi salah satu percontohan penerapan pertanian cerdas di Aceh Besar. Program ini juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim KKN Tematik USK juga melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi lokal yang dapat mendukung keberlanjutan sistem irigasi berbasis IoT. Melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) bersama aparatur gampong dan kelompok tani, diperoleh berbagai masukan terkait tantangan dan peluang dalam pengelolaan air irigasi serta adaptasi teknologi di tingkat petani. Hasil dari FGD ini menjadi dasar dalam merancang strategi pendampingan lanjutan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
Selain aspek teknis, program ini juga menekankan pentingnya edukasi digital kepada masyarakat. Tim mahasiswa memberikan pelatihan penggunaan aplikasi pemantauan kelembapan tanah yang terintegrasi dengan sistem IoT, sehingga petani dapat memantau kondisi lahan secara real-time melalui perangkat gawai. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital petani serta memperkuat kemandirian dalam pengelolaan teknologi pertanian.
Keberhasilan implementasi sistem irigasi sprinkler berbasis IoT di Gampong Lampeudaya menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung. Universitas Syiah Kuala berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program PKM-BGB ke gampong-gampong lain di Aceh, guna mendorong transformasi pertanian tradisional menuju pertanian cerdas yang adaptif terhadap tantangan zaman.


Leave a comment