
Banda Aceh, 26 Oktober 2025 Dalam upaya nyata menjaga keberlanjutan ekosistem kampus dan memperkuat komitmen terhadap gerakan Green Campus Initiative, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan pembuatan lubang biopori sebagai bagian dari penerapan desain infrastruktur hijau. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian dalam memperingati Hari Ulang Tahun Sekolah Pascasarjana USK.
Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, para mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut di bawah bimbingan langsung Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., salah satu pakar lingkungan hidup dari USK. Melalui bimbingan beliau, mahasiswa mempelajari peran strategis lubang biopori dalam sistem ekologi kampus, mulai dari peningkatan daya serap air tanah hingga pengendalian genangan air di sekitar area kampus.
“Lubang biopori adalah inovasi sederhana namun berdampak besar. Selain meningkatkan infiltrasi air, lubang ini membantu memperkaya unsur hara tanah melalui aktivitas mikroorganisme yang hidup di dalamnya. Dengan demikian, biopori mendukung konsep sustainable water management atau pengelolaan air berkelanjutan,” jelas Prof. Ichwana saat memberikan pengarahan di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Rizki Alia, dosen pengampu mata kuliah Ekologi Lingkungan, serta Prof. Dr. Nasrul, pengampu mata kuliah Pengendalian Limbah. Keduanya memberikan pembekalan mengenai pentingnya pendekatan ekologis dalam perencanaan tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Menurut Dr. Rizki Alia, kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar praktik akademik, tetapi juga sarana untuk membangun karakter mahasiswa sebagai agen perubahan di bidang lingkungan. “Mahasiswa perlu memiliki kepekaan terhadap isu ekologis dan berani mengambil tindakan nyata. Biopori ini bisa menjadi awal dari banyak inovasi lingkungan di USK,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Nasrul menambahkan bahwa upaya kecil seperti biopori dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keseimbangan hidrologi tanah. “Kita sering lupa bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil yang konsisten dilakukan. Biopori ini contohnya — sederhana, murah, namun memiliki kontribusi besar terhadap mitigasi banjir dan peningkatan kualitas tanah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa semakin memahami bahwa konsep infrastruktur hijau bukan hanya sekadar teori dalam ruang kuliah, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan melalui tindakan langsung di lapangan. Selain meningkatkan pengetahuan praktis, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan serta memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability-oriented education).
Dengan aksi sederhana namun bermakna ini, mahasiswa Pengelolaan Lingkungan Pascasarjana USK membuktikan bahwa perubahan menuju kampus hijau tidak memerlukan langkah besar—cukup dimulai dengan kepedulian, kemauan untuk beraksi, dan keyakinan bahwa setiap lubang kecil bisa menjadi jalan bagi bumi untuk bernapas kembali. (BSP)
#USKGreenCampus #SustainableUniversity #MahasiswaBeraksi #PascasarjanaUSK #PeduliLingkungan

Leave a comment