Banda Aceh, 8 Oktober 2025 – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menyelenggarakan The 7th International Conference on Agriculture and Bio-Industry (ICAGRI 2025) yang berlangsung pada 8–9 Oktober 2025 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh. Kegiatan bergengsi ini mengangkat tema “Advancing Global Agricultural Innovations, Sustainability, and Food Security” dan menjadi wadah kolaborasi akademisi, peneliti, dan praktisi pertanian dari berbagai negara.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, didampingi oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., serta Ketua Panitia, Laila Wijaya, S.P., M.Env.Plan., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa ICAGRI menjadi bukti nyata komitmen USK terhadap inovasi pertanian berkelanjutan. “Dari Aceh, kita berkontribusi untuk dunia melalui riset, teknologi, dan kemitraan global,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari dalam dan luar negeri ini menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers), yaitu Prof. Muhammad Farooq (Sultan Qaboos University, Oman), Prof. Atsushi Yoshimoto (The Institute of Statistical Mathematics, Japan), Prof. Shawn Laffan (University of New South Wales, Australia), dan Asst. Prof. Dr. Rattapon Saengrayap (Mae Fah Luang University, Thailand).

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dipandu oleh dua Master of Ceremony (MC), yakni Riski Alfandi dan Ika Mulya, serta dimeriahkan oleh tim penari Gudang Seni Pertanian (GSP) yang menampilkan tari Ranup Lampuan — simbol penghormatan dan keramahan khas Aceh. Tim penari terdiri dari Sri Wiranti, Asy Syifa Mutiara, Lidya Atika Sari, Putri Raihan, Fahira Hidayana, Ainal Khairini, dan Fitria Farah Nurrahmi.

Selain menghadirkan sesi pleno dan panel, ICAGRI 2025 juga menampilkan lebih dari 150 makalah ilmiah yang dipresentasikan dalam 13 ruang paralel (parallel sessions). Hasilnya, panitia menetapkan The Best Presenter untuk setiap ruangan sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas riset dan penyampaian ilmiah terbaik, yaitu:
Zahrina (Room 1), Mutiara Ulfa (Room 2), Muhammad Restu (Room 2), Ahmad Baihaqi (Room 3), Rochelle Paculba (Room 4), Sendi Puspa Sari (Room 5), Joanne Langres (Room 5), Fenda Alvionita Fhonna (Room 6), Indira Putri Negari (Room 6), Nur Fathonah Sadek (Room 7), Nusaibah Syd Ali (Room 8), Ifan Rizky Kurniyanto (Room 9), Reynalene Numeron (Room 10), Marne Origenes (Room 11), Jay Nigam (Room 11), Maylanie (Room 12), Adi Hartono (Room 12), dan Muhammad Farid (Room 13).

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Sugianto, dalam wawancaranya menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan peran penting mahasiswa dan peneliti muda dalam menjawab tantangan pertanian global. “ICAGRI bukan hanya ruang berbagi hasil riset, tapi juga tempat menumbuhkan karakter ilmuwan muda yang siap berkontribusi bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Dengan perpaduan intelektualitas, seni, dan kolaborasi internasional, ICAGRI 2025 menjadi momentum penting bagi USK untuk menegaskan posisinya sebagai pusat riset dan inovasi pertanian dunia — membuktikan bahwa Aceh tak hanya dikenal sebagai Serambi Mekkah, tetapi juga Serambi Inovasi Dunia.

Leave a comment