
Banda Aceh, 6 Oktober 2025 — “Ibadah tidak cukup berhenti pada ritual. Bila salat tidak melahirkan kepedulian, maka ruhnya hilang.” Demikian pesan penuh makna yang disampaikan Tgk. H. Masrul Aidi, Lc. saat mengisi ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Wustha Jeulingke, Rawa Sakti, Minggu (5/10/2025) malam.
Dalam tausiyahnya, Tgk. Masrul menegaskan bahwa salat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan sarana membentuk akhlak dan tanggung jawab sosial. “Salat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar — artinya, ia harus melahirkan akhlak dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Ia menyoroti fenomena umat yang tekun beribadah, namun masih lalai terhadap kondisi sosial di sekitarnya. “Ibadah kehilangan makna ketika seseorang tidur dalam kenyang, sedangkan tetangganya lapar,” tegasnya.
Menurutnya, peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan kenduri semata. Lebih dari itu, Maulid mesti menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW dan memperdalam kecintaan kepada beliau. “Celakanya, tiap tahun kita rayakan Maulid, tapi sedikit yang benar-benar memahami kisah kelahiran Nabi. Padahal, semangat Maulid adalah mengenal dan meniru beliau,” tutur Tgk. Masrul.

Dengan gaya khasnya, Tgk. Masrul juga menyinggung perubahan budaya perayaan Maulid. “Kalau dulu para ulama menyalakan kemenyan sebagai simbol doa bersama, kini yang terlihat justru asap rokok,” sindirnya disambut tawa jamaah.
Menutup ceramah, ia mengajak jamaah untuk meneladani Nabi melalui aksi nyata di tengah masyarakat. “Memberi rasa aman kepada yang takut, menolong yang lapar — itulah bentuk peringatan Maulid yang sejati. Jika kepedulian sosial tumbuh, dakwah Islam akan berjalan stabil dan maju,” pesannya.
Rangkaian Maulid di Masjid Al-Wustha turut diisi santunan anak yatim dan kenduri bersama warga yang digelar sejak siang hari. Ribuan masyarakat Rawa Sakti hadir dengan antusias dalam suasana kebersamaan dan syukur.

Ketua Panitia Maulid, M. Taufiqurrahman Rozali, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan. “Terima kasih kepada panitia, masyarakat, dan para donatur. Mohon maaf bila masih ada kekurangan,” ucapnya.
Sementara Ketua BKM Jamik Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., menilai kekompakan panitia dan partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan acara. Hal senada disampaikan Kepala Dusun Rawa Sakti Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, S.Kom., yang bersyukur atas antusiasme masyarakat. “Berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak, Maulid tahun ini berlangsung meriah. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan untuk kita semua,” pungkasnya.

Leave a comment