Aceh Besar, 2 Oktober 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pemberdayaan gampong binaan. Kali ini, tim memperkenalkan aneka produk inovatif berbasis limbah sabut kelapa melalui pelatihan pembuatan kerajinan di Tempat Bina Usaha Gampong Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Pelatihan yang berlangsung sejak 14 September 2025 ini melibatkan 15 warga Gampong Lamnga serta lima mahasiswa USK dari Program Studi Pendidikan dan Teknik Pertanian. Kehadiran mahasiswa memberi warna tersendiri, karena mereka tidak hanya mendampingi warga tetapi juga turut memperkenalkan ide-ide kreatif dalam pemanfaatan limbah kelapa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari PKM-BGB (Program Kreativitas Mahasiswa – Berbasis Gampong Binaan) dengan kontrak No. 676/UN11.L1/PG.01.03/8896-PTNBH/2025 serta program PKMBP-TTG (Program Kreativitas Mahasiswa Berbasis Pengabdian – Teknologi Tepat Guna) yang menekankan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomis produk kerajinan.

Di bawah kepemimpinan Dra. Rosmala Dewi selaku ketua tim, dengan anggota Siti Rosdiana dan Andriani Lubis, pelatihan ini memperkenalkan berbagai produk turunan sabut kelapa mulai dari keset kaki, pot bunga, tas, sandal, hingga topi. Produk-produk tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, karena selain bernilai guna juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Menurut Dra. Rosmala Dewi, antusiasme warga menunjukkan bahwa limbah sabut kelapa memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa limbah sabut bukan sekadar sampah, tetapi bisa menjadi bahan baku kerajinan modern dengan nilai tambah yang signifikan. Selain mengurangi limbah, juga membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Proses produksi di Tempat Bina Usaha Gampong Lamnga cukup masif. Dalam sehari, sabut kelapa yang diolah bisa mencapai dua mobil pick-up. Setelah dicacah, sabut dipintal menjadi serat halus, lalu dipintal kembali hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai kebutuhan produk. Hasilnya, warga mampu menghasilkan kerajinan dengan kualitas yang layak dipasarkan, baik secara manual di pasar lokal maupun melalui platform daring.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, kegiatan ini juga berdampak positif bagi mahasiswa USK yang terlibat. Mereka memperoleh pengalaman praktis, memperluas jejaring kewirausahaan, serta menumbuhkan jiwa sosio-teknopreneur yang menjadi salah satu visi USK.

Ke depan, diharapkan masyarakat Gampong Lamnga dapat mengembangkan usaha kerajinan sabut kelapa secara mandiri dan berkelanjutan. Produk-produk ini juga diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra USK sebagai universitas yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Leave a comment