
Banda Aceh, 28 September 2025 – Nama Thonce Majefat, atau akrab disapa Jeje, kini tercatat dalam sejarah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai alumni asal Papua pertama yang berhasil menyelesaikan studi di Departemen Teknik Pertanian. Prestasi ini bukan hanya sebuah capaian akademik, melainkan juga simbol keberanian, ketekunan, dan harmoni keberagaman yang tumbuh di bumi Serambi Mekkah.
Lahir dari pasangan almarhum Wellem Majefat dan Naomi Kemesrar, Jeje menempuh pendidikan tinggi melalui program afirmasi dari pemerintah daerah Papua. Keputusannya memilih Aceh sebagai tempat kuliah sempat menuai pertanyaan, mengingat perbedaan kultur dan penerapan syariat Islam di provinsi ini. Namun, bagi Jeje, Aceh justru menawarkan rasa aman dan toleransi yang membuatnya mampu berkembang tanpa rasa minder.
Memulai kuliah pada 2019, Jeje menjalani hari-harinya “seperti gelas kosong” yang siap diisi dengan pengalaman baru. Ia tak hanya menekuni studi, tetapi juga aktif menyalurkan bakat dan jiwa kepemimpinannya. Catatan organisasinya cukup impresif: pernah menjadi Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Papua Aceh (2021), kemudian dipercaya sebagai Menteri Olahraga BEM USK (2022), dan setahun setelahnya menjadi Kabid Olahraga Komunitas Mahasiswa Papua se-Sumatera.
Kecintaannya pada olahraga, khususnya sepakbola, membuatnya dikenal luas di kalangan mahasiswa. Namun kontribusi Jeje tidak berhenti di lapangan hijau. Ia juga aktif sebagai narasumber dalam berbagai diskusi sosial, lingkungan, dan budaya. Salah satunya ketika diundang dalam nobar dan diskusi film “Wisisi Nit Meke dan Hukum yang Tra Jelas di Tanah Papua”, di mana ia menjadi pemantik diskusi yang menginspirasi banyak peserta.
Meski sibuk dengan dunia organisasi dan aktivisme, Jeje tidak pernah meninggalkan tanggung jawab utamanya sebagai mahasiswa. Dengan penuh kesungguhan, ia menuntaskan skripsi berjudul “Modifikasi Mata Pisau Mesin Pencacah Limbah Kulit Pinang Kering” di bidang Alat dan Mesin Pertanian. Setelah enam tahun perjuangan, ia akhirnya meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP.).

Kepala Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas capaian Jeje. “Thonce Majefat adalah contoh nyata bahwa semangat belajar, keberanian, dan kerja keras mampu menembus segala batas. Beliau bukan hanya membawa nama baik Papua, tetapi juga memperkaya keragaman di Fakultas Pertanian USK. Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya tanpa takut menghadapi tantangan,” ujarnya.
Kisah Jeje adalah bukti bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu lurus dan mulus. Kesibukan, rintangan, dan perbedaan latar belakang justru memperkaya perjalanannya hingga menjadi pribadi yang matang. Ia adalah kawan setia bagi rekan seperjuangan, lawan tangguh di lapangan, dan ikon keberanian bagi banyak orang.
Kini, dengan status sebagai alumni Teknik Pertanian USK, Thonce Majefat membawa harapan baru bagi Papua. Sosoknya mencerminkan semangat pemimpin masa depan yang akan turut membangun pertanian maju di tanah Cenderawasih.

Leave a comment