Banda Aceh, 24 September 2025 –  Terbatasnya lahan dan padatnya aktivitas masyarakat perkotaan membuat konsumsi ikan dan sayuran segar terus menurun. Selain itu, penyediaannya juga masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ruang budidaya, tingginya biaya pakan, hingga kurangnya waktu masyarakat untuk merawat ikan dan tanaman. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Universitas Syiah Kuala (USK) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) memperkenalkan inovasi Smart Feeder terintegrasi akuaponik ramah lingkungan di Gampong Geuceu Komplek, Banda Aceh, sebagai solusi cerdas bagi masyarakat perkotaan. Teknologi ini memadukan otomasi pemberian pakan ikan dengan pemanfaatan limbah budidaya sebagai nutrisi alami bagi tanaman, sehingga menghasilkan panen ganda berupa ikan segar dan sayuran sehat. Program ini dijalankan bersama mitra Geukom Agrifarm sebagai langkah nyata mewujudkan pangan perkotaan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Tim pengabdi yang diketuai oleh Dr. T. Ferijal, S.TP, M.Sc bersama anggota Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc dan Diana Sapha A.H., S.E, M.Si serta dibantu oleh seorang teknisi Khairul Anwar, S.TP, M.T merancang Smart Feeder berbasis Arduino Uno yang mampu mengotomatisasi pemberian pakan ikan secara presisi dan terjadwal. Sistem ini terintegrasi dengan akuaponik, di mana limbah ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi tanaman hortikultura, sehingga menghasilkan panen ganda berupa ikan dan sayuran sehat.

Smart Feeder mampu mengatur jadwal dan dosis pakan dengan presisi. Teknologi ini terintegrasi dengan instalasi akuaponik, di mana limbah ikan diolah melalui biofilter untuk dimanfaatkan oleh tanaman hortikultura. Penerapannya terbukti menjaga kualitas air kolam tetap stabil dan membuat tanaman tumbuh lebih subur. Dari segi ekonomi, dapat menekan biaya operasional rumah tangga, dan dari segi lingkungan mendukung konsep circular economy dengan mengurangi limbah organik sekaligus mengoptimalkan penggunaan air. Melalui siklus terpadu ini, masyarakat dapat memperoleh ikan sehat dan sayuran segar, sekaligus menghemat biaya serta menjaga kelestarian lingkungan.

Keuchik Syahrul, S.E., yang diwakili oleh Sekretaris Gampong, Nazzalul Azmi, S.Pd., menyambut baik hadirnya inovasi ini. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan desa yang strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan gampong secara berkelanjutan. “Inovasi ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama ibu rumah tangga dan pemuda. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi benchmark bagi gampong lain” ujarnya.

Selain menghadirkan teknologi, tim pengabdi turut memberikan pelatihan keterampilan, perawatan sistem, dan pemasaran digital. Dukungan pemasaran digital diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar hasil panen ikan dan sayuran, sekaligus memperkuat posisi Geukom Agrifarm sebagai komunitas urban farming di Banda Aceh. Ketua Geukom Agrifarm, Saiful Anwar, A.Md, menegaskan bahwa mitra siap mendukung penuh program ini. “Smart Feeder membuat pakan lebih efisien dan mengurangi pekerjaan manual, sementara sistem akuaponik memberikan nilai tambah berupa sayuran segar,” ujarnya. Saiful menambahkan, “Kami berharap hasil panen dapat dipasarkan lebih luas dengan dukungan pemasaran digital, sehingga usaha kecil kami bisa terus berkembang.”

Dengan dukungan LPPM USK, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif model budidaya ikan terpadu yang ramah lingkungan di perkotaan. USK juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha untuk mengembangkan serta menyesuaikan inovasi ini di berbagai wilayah. Upaya tersebut diharapkan berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan perkotaan melalui penerapan teknologi pertanian modern yang tepat guna dan berkelanjutan.

Leave a comment