
Banda Aceh, 20 September 2025 – Expo Milad Universitas Syiah Kuala (USK) ke-64 yang berlangsung 17–20 September 2025 di Lapangan Parkir AAC Dayan Dawood menjadi ajang unjuk karya sivitas akademika. Salah satu stand yang paling ramai dikunjungi adalah milik Fakultas Pertanian (FP) USK. Di balik keberhasilan stand ini, tersimpan peran besar Dharma Wanita Persatuan Fakultas Pertanian (DWP FP) yang bekerja keras sejak jauh hari.
Tim redaksi mencoba menelusuri lebih jauh, bagaimana sebenarnya strategi DWP FP dalam menyulap stand fakultas menjadi pusat perhatian.
Ketua DWP FP, Ibu Zuraida, Ph.D., saat diwawancarai menjelaskan bahwa keterlibatan penuh seluruh pengurus menjadi kunci utama.
“Kami tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar menyiapkan dari nol. Mulai dari dekorasi, jadwal piket, sampai konsep program. Semua bidang di DWP FP kami libatkan agar stand ini mencerminkan kolaborasi nyata,” ungkapnya.
Investigasi di lapangan memperlihatkan bahwa topi daun jati—produk sederhana namun unik—menjadi magnet sejak hari pertama. Fakta menariknya, topi ini bahkan sempat dikenakan oleh Wali Kota Banda Aceh saat pembukaan expo. Momen tersebut menjadi bukti pengakuan publik terhadap kreativitas ibu-ibu DWP FP.

Di meja pameran, jajaran produk pangan sehat dan inovatif tampak tersusun rapi. Ada minuman probiotik kefir dan yogurt, tempe kacang koro, hingga kain eco print yang menarik perhatian. Seorang pengunjung, Nadia (21), mahasiswa FKIP USK, mengaku kagum.
“Saya baru tahu kalau kefir bisa diproduksi lokal dengan rasa yang enak. Ini bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan,” ujarnya.
Tak hanya pengunjung, mahasiswa yang terlibat langsung juga merasakan manfaatnya. Rizal, mahasiswa Agroteknologi, menuturkan bahwa apa yang ia presentasikan di expo merupakan hasil dari Mata Kuliah Kewirausahaan.
“Kami diminta dosen untuk langsung praktik. Jadi expo ini bukan hanya pameran, tapi laboratorium nyata bagi kami,” katanya.
Selain inovasi pangan, stand Fakultas Pertanian juga menyajikan program edukasi lingkungan bagi siswa sekolah menengah yang datang berkunjung. Anak-anak terlihat antusias saat dikenalkan dengan cara pemanfaatan limbah organik.
Tidak kalah menarik, kehadiran satwa seperti gecko, ayam hias, burung, hingga kucing peliharaan menambah suasana stand semakin hidup. Seorang guru pendamping siswa, Pak Ridwan, menilai kegiatan ini tepat sasaran.
“Anak-anak senang sekaligus belajar. Mereka bisa memahami bahwa pertanian itu bukan hanya soal tanaman, tapi juga ekosistem yang lengkap,” jelasnya.
Hasil wawancara dengan sejumlah dosen menguatkan fakta bahwa keberhasilan stand ini bukan semata kontribusi DWP FP, melainkan sinergi bersama. Tendik, mahasiswa, dosen, hingga mitra dari tiap departemen ikut menyumbang tenaga dan ide.

Ketua DWP FP menegaskan, “Expo ini adalah bukti kolaborasi. Tanpa dukungan Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, dan semua pihak di Fakultas Pertanian, stand ini tidak akan seramai sekarang.”
Dari hasil penelusuran, ada tiga kunci sukses stand Fakultas Pertanian di Expo Milad ke-64: persiapan matang, produk inovatif yang menyentuh isu pangan sehat dan lingkungan, serta kolaborasi lintas elemen. Kombinasi ketiganya membuat stand FP USK bukan sekadar pameran, melainkan ruang belajar, tempat interaksi, dan pusat inspirasi.
Hari terakhir expo ditutup dengan antusiasme pengunjung yang masih tinggi. Dari produk pangan hingga interaksi satwa, semua meninggalkan kesan mendalam. Fakta ini menunjukkan bahwa kiprah DWP FP USK tak hanya sekadar partisipasi, melainkan kontribusi nyata dalam menghidupkan semangat Milad USK ke-64.

Leave a comment