
Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Milad ke-64 yang dirangkaikan dengan Aceh Muslim Fair (AMF) 2025 di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu malam (17/9/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., dengan menghadirkan beragam program kewirausahaan, mulai dari Halal Expo UMKM hingga layanan konsultasi bisnis gratis.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pascasarjana USK turut berpartisipasi melalui stand pameran di bawah koordinasi Ketua Prodi Magister Pengelolaan Lingkungan. Stand ini menampilkan berbagai kerajinan hasil Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB), berupa keset kaki babat, pot, sandal, tas, hingga topi dari serabut kelapa. Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Magister Pengelolaan Lingkungan, PKK, dan Teknik Pertanian, yaitu Zahratul Maulida, Sufla Rukmana, Rafiqah Nabila Awalyani, Najah AlQanita, M. Alfa Reza, dan Muhammad Haikal.

Tidak hanya mahasiswa lokal, partisipasi juga datang dari mahasiswa asing yakni Suzan (Tanzania) dan Abolte (Botswana). Keduanya mengaku senang dan mendapatkan pengalaman berharga dalam mengenal berbagai produk serta makanan khas yang ditampilkan pada pameran.
Stand Pascasarjana USK mendapat perhatian besar dari pengunjung, baik mahasiswa maupun dosen. Banyak di antara mereka yang antusias menanyakan proses pembuatan serta mengapresiasi keunikan produk kreatif berbahan limbah serabut kelapa tersebut. Bahkan, sejumlah pengunjung juga memberikan masukan dan ide untuk penyempurnaan produk di masa mendatang.
Menurut Ketua Tim Pengabdi, Rosmala Dewi, tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa agar mampu menciptakan inovasi produk ramah lingkungan. Dukungan juga diberikan oleh Prof. Dr. Ichwana, Ketua Prodi Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana USK yang berperan sebagai narasumber kegiatan pengabdian.

Kegiatan ini memberikan dampak ganda. Di satu sisi, masyarakat memperoleh keterampilan baru yang dapat mendukung perekonomian keluarga. Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik lapangan sekaligus memperluas jejaring kewirausahaan. Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi USK dalam mencetak generasi sosio-teknopreneur yang berdaya saing di tingkat lokal maupun global.

Leave a comment