
Banda Aceh – Jumat, 12 September 2025, Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan persiapan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bencana sekaligus persiapan simulasi bencana, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Milad USK ke-64. Acara tersebut berlangsung dengan penuh antusias, dihadiri oleh para Kepala Bagian Kantor Pusat Administrasi (KPA) USK, Komandan Satuan Keamanan utama, Komandan Regu Satuan Keamanan USK, Perwakilan dari TDMRC, Koordinator Mata Kuliah Kebencanaan dan Lingkungan, staf di lingkungan KPA USK dengan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Universitas Syiah Kuala, Dr. Teuku Meldi Kesuma, S.E., M.M. yang mewakili Rektor USK. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya USK dalam kesiapsiagaan bencana, mengingat Aceh merupakan daerah yang rawan terhadap berbagai potensi bencana alam. Dalam kiprahnya terhadap penanggulangan bencana, USK sudah meningkatkan kapasitasnya dalam kesiapsiagaan bencana dengan adanya TDMRC (Tsunami Disaster Mitigation Research Center) diberlakukannya Mata Kuliah Umum (MKU) Kebencanaan dan Lingkungan dan dibentuk nya Klaster UKM Sosial dan Kebencanaan menjadi bentuk nyata bahwa USK sangat siap dalam penanggulangan bencana.
“USK berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan seluruh sivitas akademika. Pada Milad USK yang ke 64, USK akan mengelar kegiatan simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran yang dilaksanakan di gedung Biro Rektorat USK, kami berharap simulasi yang dilakukan tidak hanya sebatas seremonial semata, namun juga untuk menguji sistem dan prosedur yang berlaku di USK dalam menghadapi bencana, maka dari itu untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana maka USK perlu membentuk tim Satgas Bencana agar menjadi pedoman dan garis komando yang jelas, dan diharapkan ini menjadi langkah untuk memperkuat peran universitas dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Dr. Meldi.
Sementara itu, narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fazli, SKM. M.Kes memberikan materi terkait strategi mitigasi bencana dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi bencana. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara BPBA dengan USK sangat penting untuk menciptakan model penanganan bencana berbasis kampus yang bisa menjadi Acuan dalam menghadapi bencana
“Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga harus menjadi pusat kesiapsiagaan bencana, apalagi USK sudah ditetapkan menjadi tempat evakuasi tidak hanya bagi warga kampus tetapi seluruh masyarakat yang berada di wilayah sekitar kampus, ini terbukti pada saat kejadian Tsunami 2004 lalu. Dengan adanya Satgas Bencana, diharapkan USK dapat lebih cepat merespons bila terjadi situasi darurat,” ungkap Fazli.
Acara ini juga menjadi forum diskusi dan koordinasi antara berbagai unit di lingkungan USK, yang nantinya akan terlibat langsung dalam Satgas Bencana. Selain itu, persiapan simulasi bencana juga dibahas secara detail sebagai upaya melatih respons cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Ditempat terpisah, Ketua Panitia Milad ke 64 USK yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan persiapan ini menandai langkah awal USK untuk memperkuat perannya dalam mitigasi dan manajemen bencana, sejalan dengan visi universitas dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi kampus yang berdampak. “Ini adalah agenda tahunan USK untuk mempersiapkan sumbersaya manusia yang tanggap, siaga dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya berbagai bencana yang melanda,” ujar Prof. Mustanir menjelaskan.
Acara di tutup dengan rekomendasi agenda berikutnya adalah memperkuat struktur mitigasi bencana di level universitas dan berlanjut dengan simulasi bencana yang akan dilaksanakan pada awal Oktober nanti.

Leave a comment