
Banda Aceh – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali dipercaya sebagai tuan rumah The 7th International Conference on Agriculture and Bio-Industry (ICAGRI 2025) yang akan digelar pada 8–9 Oktober 2025 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh. Konferensi internasional bergengsi ini mengusung tema “Advancing Global Agricultural Innovations, Sustainability, and Food Security” dan diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) untuk menjangkau peserta dari berbagai negara.
Panitia ICAGRI 2025 resmi mengumumkan perpanjangan batas waktu pengumpulan full paper hingga 22 September 2025. Perpanjangan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi para peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari dalam maupun luar negeri agar dapat berpartisipasi. Dengan kebijakan ini, diharapkan jumlah kontribusi paper meningkat, sekaligus memperkaya diskusi ilmiah di bidang pertanian dan bioindustri.
ICAGRI 2025 menghadirkan empat keynote speakers internasional yang telah diakui kontribusinya dalam dunia pertanian global:
- Prof. Muhammad Farooq (Sultan Qaboos University, Oman)
- Prof. Atsushi Yoshimoto (The Institute of Statistical Mathematics, Japan)
- Prof. Shawn Laffan (University of New South Wales, Australia)
- Asst. Prof. Dr. Rattapon Saengrayap (Mae Fah Luang University, Thailand)
Selain itu, sejumlah akademisi dari berbagai bidang juga hadir sebagai invited speakers, termasuk ahli dari USK sendiri seperti Dr. Ir. Fakhrinda, M.Si (Ilmu Tanah), Dr. Ir. Azhar, M.Sc (Agribisnis), Dr. Ir. Sitti Wajzalah, M.Si (Peternakan), Prof. Dr. Ir. Irfan, M.Sc (Teknologi Hasil Pertanian), dan Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si (Proteksi Tanaman).
Konferensi ini akan membahas 10 bidang utama, mulai dari pengelolaan tanah, keamanan pangan, bioteknologi, smart farming, kehutanan, adaptasi perubahan iklim, digitalisasi pertanian, hingga peternakan berkelanjutan. Dengan cakupan tersebut, ICAGRI 2025 menjadi ruang strategis bagi para peneliti untuk berbagi inovasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi tantangan global di sektor pangan dan lingkungan.
Seluruh artikel yang dipresentasikan akan diterbitkan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, terindeks Scopus, sehingga memberikan nilai tambah bagi kontribusi akademik para peserta.
Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa ICAGRI bukan sekadar konferensi ilmiah, tetapi juga wadah kolaborasi internasional untuk mendorong pertanian berkelanjutan. “Dengan hadirnya pakar-pakar dunia, kita berharap dapat memperkuat jejaring global sekaligus memposisikan USK sebagai pusat keilmuan di Asia Tenggara,” ujarnya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan, ICAGRI 2025 diprediksi menjadi salah satu konferensi internasional terbesar di bidang pertanian tahun ini, mengingat tingginya antusiasme peserta serta reputasi USK dalam penyelenggaraan konferensi akademik berskala global.
👉 Info lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi: icagri.usk.ac.id/2025

Leave a comment