Sabang, 6 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Ikatan Program Studi Lingkungan Indonesia (PEPSILI) ke-13 yang berlangsung pada awal September 2025. Kegiatan ini menghadirkan serangkaian agenda mulai dari ujian kompetensi, rapat kerja, field trip, hingga penanaman 50 pohon bersama Pemerintah Kota Sabang.

Sebanyak 48 peserta dari berbagai perguruan tinggi anggota PEPSILI, termasuk 17 mahasiswa Magister Pengelolaan Lingkungan Hidup Pascasarjana USK, ikut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Pohon-pohon yang ditanam di kawasan TPA Sabang antara lain buah-buahan, Jeumpa yang menjadi ikon Aceh, dan Kemuning.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, bersama Kapolres Sabang AKBP Sukoco dan sejumlah dinas terkait turut hadir, menunjukkan dukungan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran mereka sekaligus mempertegas kolaborasi nyata antara akademisi dan pemerintah dalam mewujudkan keberlanjutan ekosistem.

Dalam pidato pembukaan Uji Kompetensi dan Rapat Kerja ke-13 PEPSILI, Wakil Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., menyampaikan rasa hormat dan bahagia atas kehadiran para peserta. Beliau menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang kolaborasi.

Rapat Kerja PEPSILI ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat peran program studi Ilmu Lingkungan di Indonesia. Forum ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas akademisi atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga menyinggung bahwa rapat kerja tahun ini bertepatan dengan tiga momentum penting: International Day of Clean Air for Blue Skies (7 September), Zero Emission Day, dan World Cleanup Day (21 September). Ketiganya relevan dengan semangat PEPSILI untuk mendorong kesadaran publik tentang pentingnya udara bersih, pengurangan emisi, dan gerakan kebersihan global.

Dalam arahannya, Wakil Rektor menyampaikan empat agenda strategis yang diharapkan menjadi hasil dari rapat kerja ini:

  1. Menyelaraskan visi dan arah pengembangan kurikulum Ilmu Lingkungan agar adaptif terhadap tantangan nasional maupun global.
  2. Memperkuat kolaborasi riset dan pengabdian antarperguruan tinggi agar hasil penelitian memberi dampak nyata bagi masyarakat.
  3. Merumuskan strategi peningkatan kualitas lulusan Ilmu Lingkungan yang mampu menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak pembangunan berkelanjutan.
  4. Menghasilkan rekomendasi yang dapat memberi kontribusi positif bagi kebijakan lingkungan hidup di Indonesia.

Dengan sinergi yang kuat antarperguruan tinggi, PEPSILI akan semakin kokoh sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya sebelum membuka acara dengan resmi.

Ketua PEPSILI, Prof. Dr. Suyud Warno Utomo, menyampaikan apresiasinya atas dukungan USK sebagai tuan rumah. Beliau menilai antusiasme peserta sangat tinggi, terlebih kegiatan lapangan di TPA Sabang menjadi pengalaman berharga karena menghadirkan bukti nyata pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Sementara itu, Prof. Ichwana, Ketua Prodi Magister Pengelolaan Lingkungan Hidup USK, berharap kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kita ingin menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud dengan kolaborasi nyata,” sebutnya.

Melalui PEPSILI ke-13, USK tidak hanya mempertegas posisinya sebagai pusat pengembangan keilmuan lingkungan, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi nasional dalam isu keberlanjutan. Dari ruang rapat hingga lapangan penanaman pohon, semua pihak menunjukkan komitmen yang sama: menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Leave a comment