DARUSSALAM, BANDA ACEH 5 September 2025 – Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal (PRSATL) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menyelenggarakan kuliah umum bertema “The Future and Challenges of Local Livestock” pada Kamis (4/9/2025) pukul 10.00-12.30 WIB di Meeting Room 02 Fakultas Pertanian USK.

Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si sebagai keynote speaker utama. Pakar Animal Reproduction Scientist dari Universitas Halu Oleo ini menyampaikan materi mendalam tentang masa depan dan tantangan pengembangan ternak lokal Indonesia.

Dalam paparannya, Prof. Takdir memaparkan perbandingan komprehensif antara ternak lokal dengan ternak unggul, serta menguraikan berbagai kelebihan yang dimiliki ternak lokal Indonesia. “Ternak lokal memiliki keunggulan adaptasi yang luar biasa terhadap kondisi iklim dan lingkungan Indonesia, ketahanan terhadap penyakit lokal, serta efisiensi pakan yang lebih baik. Kelebihan ini harus menjadi modal utama dalam pengembangan peternakan nasional,” ujar Prof. Takdir.

Prof. Takdir juga membahas secara detail strategi manajemen dan pengembangan ternak lokal yang efektif. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pentingnya mencari dan mengidentifikasi pejantan ternak lokal yang benar-benar unggul untuk kemudian dipreservasikan spermanya. “Kunci keberhasilan pengembangan ternak lokal terletak pada seleksi pejantan unggul dan preservasi genetic material berkualitas untuk menjamin kontinuitas dan peningkatan kualitas plasma nutfah,” jelasnya.

Kepala PRSATL, Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, M.Sc., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan kualitas diskusi yang berlangsung. “Seminar hari ini membuktikan betapa pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mengembangkan peternakan lokal. Kami di PRSATL berkomitmen untuk terus melakukan riset inovatif yang dapat memberikan solusi nyata bagi peternak lokal,” ungkap Prof. Eka.

Prof. Eka juga menekankan peran strategis sapi Aceh dan ternak lokal lainnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah. “Ternak lokal memiliki adaptasi yang superior terhadap kondisi lingkungan setempat. Tugas kita adalah mengoptimalkan potensi ini melalui pendekatan ilmiah yang tepat,” tambahnya.

Kuliah umum yang dipandu oleh Dr. Allaily, S.Pt., M.Si dari USK ini merupakan hasil kerjasama PRSATL di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK dengan Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI) dan Asosiasi Ahli Reproduksi dan Pemuliaan Ternak Nasional (ARPENAS).

Acara yang diselenggarakan secara gratis ini dihadiri oleh puluhan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi peternakan dari berbagai institusi. Para peserta mendapat sertifikat kehadiran, snack, dan materi seminar sebagai bentuk apresiasi.

Prof. Eka mengungkapkan bahwa PRSATL akan mengembangkan hasil diskusi pada kuliah umum ini menjadi program riset konkret. “Kami akan melakukan kajian lebih mendalam tentang penerapan teknologi reproduksi modern pada ternak lokal Indonesia, khususnya ternak lokal asli dari Aceh seperti sapi Aceh, kerbau Simelue, kerbau Gayo, dan kuda Gayo,” jelasnya.

Sebagai pusat riset unggulan di bawah LPPM USK, PRSATL terus berkomitmen menjadi rujukan nasional dalam pengembangan ilmu peternakan ternak lokal Indonesia, dengan fokus khusus pada pelestarian dan peningkatan produktivitas ternak lokal asli dari Aceh.

Leave a comment