
Banda Aceh, 26 Agustus 2025 – Riski Maulana, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), menjadi salah satu wisudawan yang mewakili penerima beasiswa KIP pada wisuda ke-166 USK. Riski bukan hanya sukses menyelesaikan studinya, tetapi juga meraih kesuksesan dalam dunia wirausaha, menjadi contoh nyata bagi mahasiswa lainnya bahwa pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan.
Berawal dari kehidupan yang sederhana di Lamtamot, Aceh Besar, Riski sudah mengenal dunia usaha sejak kecil. Dari menjual hasil kebun keluarga hingga membantu menjajakan nasi guri milik tetangga, ia sudah tumbuh sebagai sosok mandiri dan pekerja keras. Meski menghadapi kendala biaya yang sempat menghalangi niatnya untuk melanjutkan kuliah, dengan tekad kuat dan doa orang tua, Riski akhirnya berhasil mengatasi tantangan tersebut dan melanjutkan studinya di Teknik Pertanian USK.
Di tengah perjalanan akademiknya, Riski juga merintis usaha ayam guling pertama di Aceh bersama temannya. Setelah melakukan riset dan percobaan selama 1,5 tahun, ia berhasil menyempurnakan produk ayam guling dengan desain mesin pemutar yang inovatif dan pemilihan ayam yang berkualitas namun tetap ekonomis. Meski sempat mengalami kesulitan, usaha tersebut mulai berkembang lagi saat bulan Ramadhan tiba, berkat meningkatnya permintaan.
Namun, perjalanan Riski tidak selalu mulus. Usahanya sempat berhenti sementara akibat tingginya biaya operasional dan turunnya jumlah pembeli. Di saat itulah Program Wirausaha Muda USK (WMU USK) hadir sebagai titik balik dalam hidupnya. Dukungan mentor dari WMU USK memberinya dorongan dan motivasi untuk membuka usaha baru sebagai supplier ayam segar, yang kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya. Usaha tersebut kini berkembang pesat, memberikan kesejahteraan, dan memungkinkan Riski untuk membantu membiayai pendidikan tiga adiknya di pesantren.

Selama tujuh tahun yang penuh perjuangan, Riski berhasil menyeimbangkan antara studi dan usaha. Kini, menjelang wisuda pada Agustus 2025, Riski tidak hanya meraih gelar sarjana, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa lainnya. “Kesuksesan bukan tentang seberapa cepat kita mencapainya, tapi tentang seberapa kuat kita bertahan dan terus berjalan, bahkan saat jalan itu paling sulit,” ujar Riski, yang juga aktif berkhidmat di Masjid Jamik Al-Wustha Dusun Rawasakti Jeulingke Banda Aceh.
Bagi Riski, WMU USK bukan sekadar program bantuan wirausaha, melainkan katalisator perubahan hidup yang membuka banyak peluang bagi dirinya. “Alhamdulillah, berkat dukungan orang tua, teman-teman, dosen pendamping, dan ustadz saya, saya terus berusaha memperbaiki diri dan mengembangkan usaha yang saya jalani,” ungkapnya. Riski juga menambahkan bahwa ia akan segera melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya pada tahun 2025 ini.
Kini, selain menjadi pengusaha ayam segar White Chicken dan ayam guling, Riski juga merupakan mahasiswa Teknik Pertanian USK, penerima beasiswa KIP, penerima hibah Wirausaha Muda USK, Hafizd Al-Qur’an, Muadzin, Khadam Masjid Al-Wustha, dan baru saja diterima sebagai Polisi Hutan di DLHK Aceh dan juga sudah menikah. Dengan segala pencapaiannya, Riski menjadi bukti bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, seseorang bisa mencapai kesuksesan di berbagai bidang, baik dunia pendidikan maupun dunia usaha.
#RiskiMaulana #WirausahaMudaUSK #TeknikPertanianUSK #WhiteChicken #AyamGuling #InovasiMahasiswa #WisudaUSK #KIP

Leave a comment