
Banda Aceh, 24 Agustus 2025 – Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2025 yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Tanah dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) resmi ditutup pada Minggu 24 Agustus 2025, bertempat di Ruang MPR Fakultas Pertanian USK. Lomba ini diadakan dengan tujuan untuk menggali ide-ide inovatif yang dapat membantu membangun pertanian Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
LKTIN 2025 ini mengangkat tema “Inovasi & Kolaborasi: Membangun Pertanian Indonesia yang Tangguh dan Berkelanjutan melalui Pendekatan Multidisipliner”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang mengusung topik-topik seperti ketahanan pangan, precision farming, energi terbarukan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Pada tanggal 23 Agustus 2025, peserta yang berhasil masuk ke babak final mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka di hadapan dewan juri. Presentasi ini tidak hanya mengeksplorasi hasil riset tetapi juga menawarkan solusi aplikatif yang dapat diterapkan dalam dunia nyata untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Pada acara puncak yang berlangsung pada 24 Agustus 2025, dewan juri mengumumkan pemenang LKTIN 2025, yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas ternama. Pemenang Juara III dari Universitas Syiah Kuala berhasil menyabet penghargaan untuk karya tulis mereka yang mengangkat topik “Pangan Fungsional Berbasis Sumber Daya Lokal”. mahasiswa Ilmu Tanah yaitu Nasa Ramadhani Daulay, Afni Nurcahyani dan Resma Selviani meraih juara 3 dalam lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional ( LKTIN ) 2025 yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Tanah dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USK. Keberhasilan tim USK ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena dapat mengangkat isu pertanian yang sangat relevan dengan kondisi lokal Aceh, dan tentunya mendukung kebijakan pangan nasional yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Fikrinda, M.Si., Kepala Departemen Ilmu Tanah USK, mengingatkan para mahasiswa bahwa tantangan besar di sektor pertanian membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Karya-karya seperti yang dipresentasikan dalam LKTIN ini akan menjadi solusi bagi pertanian Indonesia ke depan. Kami berharap para pemenang tidak hanya berhenti pada kompetisi ini, tetapi terus berkontribusi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan,” ujar Dr. Fikrinda.
LKTIN 2025 ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai platform bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring di dunia akademik maupun industri. Dengan tema yang sangat relevan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak inovator-inovator muda yang dapat berkontribusi besar dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.
#LKTIN2025 #FakultasPertanianUSK #InovasiPertanian #PertanianBerkelanjutan

Leave a comment