
Banda Aceh, 25 Agustus 2025 – Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) pada Senin sore, 25 Agustus 2025. Acara ini berlangsung di Mini Theater Sekolah Pascasarjana USK dan juga diikuti secara daring melalui platform Zoom, sehingga dapat menjangkau seluruh mahasiswa baru dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Sinergi Solidaritas dan Inovasi untuk Lingkungan Berkelanjutan serta Etika Penggunaan AI”, ORMABA tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perkenalan dunia akademik, tetapi juga sebagai wadah untuk menanamkan nilai-nilai kolaborasi, kepedulian lingkungan, serta pemahaman tentang perkembangan teknologi terbaru.

Acara yang dimulai pukul 16.15 WIB dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. Dalam sambutannya, Prof. Ichwana menyampaikan visi dan misi program studi yang berorientasi pada pembangunan lingkungan berkelanjutan. Ia juga memaparkan secara ringkas struktur kurikulum yang ditawarkan, mulai dari program reguler, fast track, hingga kelas kerja sama yang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dalam menempuh studi.
Selain itu, Prof. Ichwana juga memperkenalkan sistem akademik digital yang digunakan, seperti SIMKULIAH dan KRS KULIAH, yang memudahkan mahasiswa dalam mengakses jadwal perkuliahan, mendaftarkan mata kuliah, serta berkomunikasi dengan dosen. Dengan penjelasan ini, mahasiswa baru diharapkan segera beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi secara daring maupun luring.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah Sharing Knowledge yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Izarul Machdar, M.Eng. Beliau mengangkat topik tentang etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik dan riset lingkungan.

Prof. Izarul menjelaskan bahwa AI kini telah menjadi alat penting dalam penelitian, mulai dari analisis data, pemodelan lingkungan, hingga simulasi kebijakan. Namun, penggunaannya harus disertai dengan kesadaran etis, seperti kejujuran akademik, keterbukaan sumber data, serta tanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan AI sebagai “jalan pintas” yang meniadakan proses belajar, melainkan sebagai sarana untuk memperkaya wawasan dan mempercepat riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
Acara juga menghadirkan pengenalan organisasi mahasiswa oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Magister Pengelolaan Lingkungan. Himpunan ini berperan sebagai wadah pengembangan diri, forum diskusi, serta sarana membangun solidaritas antar mahasiswa lintas angkatan. Melalui berbagai program kerja, himpunan diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan akademik maupun sosial yang berfokus pada isu-isu lingkungan.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ORMABA, mahasiswa baru 2025 kini memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perjalanan akademik yang akan ditempuh. Mereka tidak hanya dibekali dengan informasi teknis mengenai kurikulum dan sistem perkuliahan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki nilai solidaritas, etika, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Prof. Ichwana dalam penutupannya menegaskan bahwa tantangan lingkungan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan generasi akademisi yang mampu bersinergi dan berinovasi. “Kami berharap mahasiswa baru tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut aktif memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Sinergi, solidaritas, dan inovasi adalah kunci agar ilmu yang dipelajari benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Dengan semangat baru yang terbangun melalui ORMABA 2025, Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK optimis dapat mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berpegang pada etika akademik.
#ORMABAUSK2025 #MagisterPengelolaanLingkungan #USK #EtikaAI #LingkunganBerkelanjutan


Leave a comment