Banda Aceh, 6 Agustus 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menandatangani deklarasi kerja sama konservasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), sebagai tindak lanjut dari Memorandum Dirjen KSDAE No. M 66/KSDAE/PK/KSA.01/7/2025 tentang permohonan kerja sama antara BBTNGL dan perguruan tinggi di Aceh.

Acara ini digelar di tengah semangat sinergi antara dunia akademik dan konservasi, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan BBTNGL, para direktur di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), serta para pimpinan perguruan tinggi mitra: Fakultas Kedokteran Hewan USK, Universitas Gunung Leuser, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu.

Deklarasi tersebut memuat komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser. Empat poin utama menjadi fokus kolaborasi ini:

  1. Pengembangan pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengabdian masyarakat dalam bidang konservasi sumber daya alam dan ekosistem.
  2. Peningkatan kapasitas dan keterampilan para pihak dalam pengelolaan sumber daya alam.
  3. Penguatan sumber daya manusia akademik melalui kegiatan di luar kampus.
  4. Pertukaran data, informasi, dan publikasi ilmiah untuk mendukung pelestarian hutan dan spesies.

Kepala BBTNGL, Subhan, S.Hut., M.Si menyampaikan bahwa deklarasi ini akan menjadi landasan strategis dalam menciptakan berbagai program kolaboratif antara pengelola kawasan konservasi dan civitas akademika. Kegiatan konkret akan dirumuskan kemudian dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya KaBag Tata Usaha BBTNGL: Mustafa Imran Lubis, S.P. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu: Dr. Aswita, S. HUT., M.P. dan Rektor Universitas Gunung Leuser. 

Prof. Ir. Sugianto, M.Sc, PhD, Dekan Fakultas Pertanian USK menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam mendekatkan ilmu pengetahuan dengan praktik pelestarian lingkungan. “Kami siap menggerakkan dosen dan mahasiswa untuk menjadikan Leuser sebagai laboratorium hidup yang mendidik dan menginspirasi,” ujarnya. Turut hadir pula Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc., selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Pertanian USK yang ikut menandatangani kerjasama dengan pihak BBTNGL. 

Diharapkan, melalui implementasi deklarasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi akan semakin meningkat. Kehadiran institusi pendidikan tinggi dalam pengelolaan kawasan konservasi juga diharapkan dapat memperkuat upaya pelindungan terhadap flora dan fauna endemik serta ekosistem hutan tropis yang menjadi warisan dunia.

#KonservasiBersama #TridarmaUntukLeuser #FPUSK #BBTNGL
Tagline: Dari Kampus untuk Leuser, Dari Ilmu untuk Alam

Leave a comment