Banda Aceh, 21 Juli 2025 — Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, secara resmi melepas 185 mahasiswa peserta KKN Internasional II Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat Tahun 2025 dalam seremoni pembukaan yang berlangsung di Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung.

Acara ini merupakan bagian dari kegiatan 2nd International Student Community Engagement (ISCE) 2025, sebuah program KKN berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari 39 perguruan tinggi di Indonesia, serta mahasiswa dari berbagai negara seperti Thailand, Palestina, Yaman, Mesir, Nigeria, Myanmar, Zimbabwe, dan Timor Leste. Total terdapat 12 peserta KKN dari luar negeri dalam kegiatan ini.

Sebagai Ketua Forum Rektor BKS-PTN Wilayah Barat, Prof. Marwan menyampaikan harapan besar agar para peserta KKN tidak hanya membangun kedekatan lintas budaya, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata dalam masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan sosial. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan peran mahasiswa dalam agenda global, termasuk dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan penguatan literasi sosial di tingkat akar rumput.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan dari kampus-kampus peserta, termasuk Kepala P3KKN USK Drs. Zulfitri, M.Biomed dan Kepala Bagian Administrasi Umum LPPM USK Ir. Junaidi Sarong, S.T., M.T.. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh USK terhadap peran mahasiswa dalam diplomasi akar rumput dan penguatan jejaring kerja sama internasional.

Universitas Syiah Kuala sendiri mengirimkan empat mahasiswa untuk mengikuti KKN Internasional ini, yang ditempatkan di empat lokasi berbeda di Provinsi Lampung:

  1. Intan Rifacalista tergabung dalam kelompok 14 bersama Ahmad Zyad, mahasiswa internasional dari Palestina, bertugas di Desa Sidorejo, Sekampung Udik, Lampung Timur.
  2. Muhammad Al Baihaki masuk kelompok 17 yang berisi mahasiswa dari berbagai universitas dan satu mahasiswa asal Mesir, bertugas di Desa Gebang, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
  3. Muhammad Aji Fahriyan berada di kelompok 18 tanpa peserta internasional, bertugas di Desa Sidodadi, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
  4. Amrina Khalisa tergabung dalam kelompok 12 tanpa peserta luar negeri, ditempatkan di Desa Rantau Jaya Udik II, Sukadana, Lampung Timur.

Kegiatan KKN Internasional ini bukan hanya ajang pengabdian masyarakat, namun juga wahana pertukaran budaya, pembelajaran lintas bangsa, dan penguatan nilai-nilai kolaborasi antar generasi muda dari berbagai latar belakang. Selama penugasan, para mahasiswa diharapkan menerapkan pendekatan transdisipliner dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan teknologi di desa binaan.

Kegiatan ini memperkuat komitmen USK dalam menjadikan kampus sebagai agen transformasi global, sejalan dengan visi “Kampus Berdampak” serta upaya internasionalisasi pendidikan tinggi. “KKN Internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita mampu tampil di panggung global, membawa nilai-nilai lokal dan keilmuan untuk dunia,” pungkas Prof. Marwan.

Leave a comment