Banda Aceh, 12 Juli 2025 — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia di tahun 2024. Hasilnya, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan masyarakat paling gemar membaca di seluruh Indonesia.

Menurut laporan BPS tersebut, masyarakat Bangka Belitung mencatat skor kegemaran membaca sebesar 77,47, angka tertinggi secara nasional. Rata-rata masyarakat di provinsi ini mampu menyelesaikan 5 hingga 6 buku dalam satu tahun, menunjukkan budaya literasi yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain.

Skor kegemaran membaca ini dihitung berdasarkan beberapa indikator, termasuk frekuensi membaca, jenis bacaan yang diakses, dan durasi membaca per hari. Bangka Belitung menunjukkan konsistensi dalam membangun kebiasaan membaca yang produktif, baik melalui kegiatan komunitas, dukungan fasilitas perpustakaan daerah, hingga program literasi dari sekolah dan pemerintah setempat.

Pencapaian ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran menurunnya minat baca di kalangan masyarakat luas akibat masifnya penggunaan media sosial dan konten visual yang lebih instan. Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan bahwa dengan dukungan ekosistem literasi yang baik, masyarakat dapat tetap mempertahankan bahkan meningkatkan minat bacanya.

Kepala BPS dalam keterangan pers menyampaikan bahwa keberhasilan Bangka Belitung tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas literasi. “Kami melihat adanya komitmen kuat di Bangka Belitung untuk menanamkan budaya membaca sejak dini. Ini menjadi contoh baik bagi provinsi lain untuk mengembangkan program serupa,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pengamat pendidikan menilai bahwa pencapaian ini harus dimaknai sebagai dorongan untuk membangun Indonesia yang lebih literat. “Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas bacaan dan pola pikir masyarakatnya. Membaca adalah jalan menuju pemikiran yang kritis dan solutif,” ungkap Dosen Ilmu Pendidikan dari Universitas Indonesia, Dr. Rahmawati.

Dengan dirilisnya data ini, diharapkan provinsi-provinsi lain di Indonesia dapat menjadikan Bangka Belitung sebagai inspirasi dalam membangun gerakan literasi yang lebih masif dan terstruktur. Apalagi di era digital saat ini, tantangan dalam mempertahankan budaya baca semakin kompleks.

BPS juga mengingatkan bahwa keberhasilan literasi tidak hanya diukur dari jumlah buku yang dibaca, tetapi juga dari kualitas pemahaman dan dampak sosial yang ditimbulkan. Untuk itu, dukungan terhadap peningkatan literasi harus menjadi bagian dari kebijakan publik yang berkelanjutan.


#GemarMembaca
#BangkaBelitung
#LiterasiNasional
Tagline: Membaca Menyatukan, Literasi Mencerahkan Bangsa

Leave a comment