Banda Aceh, 10 Juli 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK), melalui Fakultas Pertanian dan Fakultas Kelautan dan Perikanan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pangan dan gizi nasional dengan keterlibatannya dalam program Sarjana Pengggerak Pembangguan Indonesia (SPPI) Batch 3, khususnya pada Klaster Gizi, Pangan, dan Bisnis.

Tim USK dalam SPPI Batch 3 ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, dengan dukungan penuh dari Fakultas Pertanian. Kegiatan ini turut diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Hairul Basri, M.Si, selaku Wakil Dekan I Fakultas Pertanian USK.

Sebanyak 32 dosen USK berperan aktif dalam klaster ini, terdiri atas 26 dosen dari Fakultas Pertanian dan 6 dosen dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, dengan jumlah peserta SPPI 1.195 dari berbagai daerah seluruh Aceh, menjadikan USK sebagai salah satu tim akademik terbesar dan paling aktif dalam kegiatan SPPI Batch 3 di Rindam IM.

Kolaborasi dalam SPPI ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan hilirisasi hasil riset di bidang pangan fungsional, gizi masyarakat, dan pengembangan model bisnis berbasis produk lokal. Selain itu, fokus juga diberikan pada pemberdayaan UMKM pangan, pengembangan pangan berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi seperti teknologgi penyimpanan menggunakan alat vakum, serta strategi bisnis pangan berkelanjutan yang mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Dalam keterangannya, Dr. Idkham menyampaikan bahwa tim USK tengah menyusun sejumlah program prioritas, termasuk penguatan riset interdisipliner dan integrasi teknologi pangan berbasis smart food system. “Kami ingin SPPI bukan sekadar program, tapi gerakan sistematis untuk membangun ekosistem pangan yang sehat, inklusif, dan berbasis keunggulan lokal,” ujarnya.

Keterlibatan aktif USK dalam klaster Gizi, Pangan, dan Bisnis ini menunjukkan kapasitas akademik dan keilmuan yang mumpuni, serta memperkuat peran universitas sebagai penggerak transformasi sektor pertanian dan pangan berbasis riset di tingkat nasional.

Dengan potensi sumber daya manusia yang besar dan lintas keilmuan, kontribusi USK diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi pengembangan pangan lokal, gizi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi pangan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Leave a comment