
Banda Aceh / China, 9 Juli 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat kerja sama internasionalnya melalui kunjungan balasan ke dua universitas ternama di Tiongkok, yaitu Shanghai Ocean University (SHOU) dan Guangdong Ocean University (GDOU). Kunjungan yang berlangsung pada 30 Juni–6 Juli 2025 ini dipimpin langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan turut diikuti oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D, Ketua Senat Akademik, Wakil Rektor Perencanaan, Kemitraan dan Bisnis, serta dekan-dekan dari Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).
Kunjungan ini mencakup dua agenda besar: Symposium on China-Indonesia Marine Ecological Ranch and Achievement Exhibition di SHOU pada 1–3 Juli, serta kunjungan akademik ke GDOU pada 4–6 Juli 2025. Delegasi USK juga diterima langsung oleh Wakil Presiden SHOU, Prof. Min Jiang, Wakil Presiden GDOU, Prof. Yisan Lu, serta perwakilan dari Biro Perikanan Pemerintah Shanghai.
Dalam kunjungan ini, USK dan SHOU membahas persiapan penandatanganan MoU baru, sementara kerja sama dengan GDOU sudah memasuki tahap implementasi, setelah penandatanganan MoU pada April 2025 lalu.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Sugianto, menjelaskan bahwa kerja sama ini menitikberatkan pada dua bidang strategis:
- Pengembangan teknologi pengolahan perikanan seperti pengemasan, pengawetan, dan teknologi smart packaging.
- Riset dan budidaya padi toleran air asin (saltwater rice tolerance) untuk daerah pesisir Aceh yang terdampak intrusi air laut.
“Tujuan kolaborasi ini adalah memadukan keunggulan teknologi Tiongkok dengan potensi sumber daya Aceh guna menciptakan produk ikan bernilai ekspor dan meningkatkan ketahanan pangan lokal,” ujar Prof. Sugianto.
Tak hanya riset, kerja sama ini juga mencakup pertukaran peneliti, pelatihan teknis, serta pendampingan dalam membangun rantai nilai industri perikanan Aceh yang tangguh dan berkelanjutan. SHOU dan GDOU menyatakan kesiapannya mendukung pembangunan sistem cold chain dan pelatihan smart packaging sebagai solusi teknologi ramah lingkungan.
Lebih lanjut, disepakati pula peluang beasiswa S2 dan S3 bagi dosen USK untuk melanjutkan studi di kedua universitas mitra.

Diharapkan, kerja sama ini tidak hanya mendorong penguatan kapasitas akademik dan industri lokal, tetapi juga membuka jalan bagi ekspor produk perikanan Aceh ke pasar global, serta menekan ketergantungan impor beras dengan hadirnya inovasi varietas padi adaptif terhadap salinitas tinggi.
Langkah USK ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, sekaligus menjawab tantangan global dalam isu ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Leave a comment