Banda Aceh, 10/06/25 – Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala bersama The University of Rhode Island, Universiti Malaya dan Pusat Riset Biochar dan Hutan Tropis Lestari Melaksanakan Webinar Seri IV bertajuk “World Environment Day 2025 Calls for Collective Action to Tackle Plastic Pollution” pada Selasa, 10 Juni 2025, pukul 08.00 WIB. Webinar ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi masalah polusi plastik yang kian mendesak.
Acara ini akan dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Ichwana, S.T., M.P, selaku Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, SPS USK. Webinar ini dimoderatori oleh Zhatoer Rayhan Qauvani, S.T., M.Ling, Alumni Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan sekaligus Asisten Tenaga Ahli Lingkungan.
Empat narasumber berbagi wawasan dan solusi inovatif terkait penanganan polusi plastik yaitu: Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc. (Kepala Pusat Riset Biochar dan Hutan Tropis Lestari) mempresentasikan tentang “Mitigating Soil Microplastic Contaminants in Aceh”. Atika Izzaty, S.T., M.Sc. (Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar) amembahas “The Hazards Management for Microplastic Waste in Indonesia: Local to Treat on Safety Environment”. Azeezah Zakiyah Binti Azizee Rohim (Mahasiswa Universiti Malaya, Malaysia) mengupas tuntas “The Plastic Predicament: From Pollutions to Solutions”. Dan Geubrina Fajrina (Alumni MPI Split Site USK-URI) memaparkan topik menarik “How Nanoplastics and Climate Change are Connected, and Potential Solutions)”.
Dalam pemaparan para narasumber dapat di ambil sebuah rangkuman bahwasanya “Mikroplastik tidak hanya ada di darat dan air bahkan di udarapun ada, hal ini dibuktikan dengan Mikroplastik baru-baru ini terdeteksi dalam kejatuhan atmosfer di Greater Paris. Karena ukurannya yang kecil, mikroplastik dapat terhirup dan dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan tergantung pada kerentanan individu dan sifat partikel. Meskipun mikroplastik di udara merupakan topik baru, beberapa studi observasional telah melaporkan penghirupan serat dan partikel plastik, terutama pada pekerja yang terpapar, yang sering kali disertai dengan dispnea yang disebabkan oleh respons peradangan saluran napas dan interstisial. Meskipun konsentrasi lingkungan rendah, individu yang rentan mungkin berisiko mengalami gangguan serupa dalam penelitian Joana Correia Prata.
Pencemaran ini sudah menjadi topik yang sangat hangat diperbincakan dan harapannya dengan adanya webinar ini kembali menyadarkan kita untuk terus membatasi penggunaan plastik sekali pakai, pembelian fast fashion, dan dapat mengimplemantasikan penggunakan wadah sendiri, serta menerapkan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta webinar dari Departemen Geografi university Malaya , Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala dan praktisi. Hal ini menjadi platform penting bagi para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk memahami lebih dalam dampak polusi plastik serta merumuskan langkah-langkah kolektif yang efektif. Sehingga kesadaran/tingkat partisipasi masyarakat, kebijakan pendukung, infrastruktur daur ulang dan inovasi produk alternatif menjadi factor keberhasilan Pengelolaan sampah.

Leave a comment