Aceh Besar, Kamis, 29 Mei 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme bersama santri di pondok Pesantren Terpadu Tgk. Chik Eumpe Awee di Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari misi besar KKN dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan dan pengelolaan limbah organik sejak usia dini.

Kegiatan dipandu langsung oleh Dr. Dra. Sulastri, Ketua KKN USK sekaligus anggota tim pengabdian masyarakat, yang memberikan bimbingan sekaligus inspirasi kepada para mahasiswa dan santri. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membentuk karakter santri yang bukan hanya religius, tapi juga sadar lingkungan. Bahkan limbah dapur pun, jika dikelola dengan bijak, bisa menjadi berkah bagi bumi dan sumber nilai ekonomi,” ujar beliau.

Mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan—seperti Teknik Pertanian, Kehutanan, Teknik Elektro, Ilmu Tanah, dan Agribisnis—bekerja sama secara kolaboratif merancang kegiatan ini agar interaktif dan menyenangkan. Dalam sesi awal, para santri diajak memahami konsep dasar eco-enzyme, yakni cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah, gula merah, dan air. Eco-enzyme dikenal memiliki manfaat sebagai pembersih alami, pestisida nabati, hingga pupuk cair.

Dari hasil interaksi, diketahui bahwa 100% santri belum pernah mendengar istilah eco-enzyme, menunjukkan pentingnya sosialisasi semacam ini. Meski begitu, 60% responden sudah mengetahui bahwa limbah dapur dapat dimanfaatkan, yang menunjukkan adanya kesadaran awal tentang potensi pengelolaan limbah organik.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari pihak yayasan dan pimpinan pesantren. Ustad Khairunnas, pimpinan pondok pesantren, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN. “Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menyampaikan ilmu yang membentuk karakter peduli lingkungan. Ini sangat relevan dengan nilai-nilai Islam tentang kebersihan dan tanggung jawab terhadap bumi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN USK tak hanya membagikan ilmu, tetapi juga menanamkan benih perubahan dan kepedulian lingkungan di lingkungan pesantren. Harapannya, program ini menjadi titik awal terciptanya pesantren yang mandiri, berwawasan ekologis, dan menjadi contoh baik bagi masyarakat sekitarnya.

Leave a comment