Sabang, 25 Mei 2025 — Sebuah inisiatif pengabdian masyarakat bertaraf internasional sukses digelar di Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di, Kota Sabang, mengusung tema “Transforming Waste into Wealth: Empowering Communities through Plastic Recycling.” Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL), Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Faculty of Arts and Social Sciences, University Malaya. Kegiatan ini dihadiri oleh 34 mahasiswa University Malaya dan 8 mahasiswa Prodi Magister Pengelolaan Lingkungan USK, serta para ustad/ustazah dan sejumlah para santri Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di.
Dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., kegiatan ini berfokus pada pelatihan pengolahan botol plastik bekas menjadi sofa ramah lingkungan, kreatif, dan bernilai ekonomi. “Ini bukan sekadar program daur ulang, tetapi juga bentuk pendidikan lingkungan aplikatif yang memberdayakan masyarakat,” ujar Prof. Ichwana.
Proses pelatihan dimulai dari pengumpulan botol plastik, pembersihan, penyusunan rangka sofa, pengikatan, pelapisan dengan busa, hingga penutupan akhir menggunakan kain daur ulang. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa limbah plastik bisa diubah menjadi furnitur fungsional dan estetis, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis kreativitas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk anggota DPRK Sabang, Usman Nasution, Pimpinan Dayah Tgk. Saiful Sabri, Prof. Ashfa dari Universitas Syiah Kuala, dan Prof. Rosmadi dari Universiti Malaya. Dalam sambutannya, Prof. Ashfa menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sedangkan Prof. Rosmadi berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut sebagai solusi kolaboratif terhadap masalah lingkungan.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh pihak dayah dan DPRK Sabang, yang melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sekaligus produktif secara ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan lingkungan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi embrio bagi gerakan lokal dalam pengelolaan sampah kreatif. Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto, video, dan testimoni peserta menunjukkan bahwa inovasi sederhana ini telah menciptakan dampak positif yang nyata dan berkesan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama, dengan semangat kolaborasi dan cinta terhadap lingkungan.

Leave a comment