Sabang, 11–12 Mei 2025 — Sebanyak 84 mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2023 mengikuti kegiatan field trip edukatif ke Kota Sabang pada 11–12 Mei 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Rumah Produksi Cokelat Sabang, yang terletak di kawasan Anak Laot, dan berada di bawah binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.

Kegiatan lapangan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah field trip yang memperkenalkan teknologi pengolahan komoditas pertanian, dengan Prof. Dr. Devianti, S.TP, MP sebagai koordinator mata kuliah, dengan dosen pendamping Prof. Ramayanty Bulan, S.T, M.Si, Dr. Safrizal, S.T, M.Si, dan Bambang Sukarno Putra, S.TP, M.Si. Hadir pula Ketua Departemen Teknik Pertanian, Dr. Muhammad Idkham, S.TP, M.Si, dan Sekretaris Departemen, Dr. Safrizal, S.T, M.Si. Mahasiswa dipimpin oleh ketua angkatan, Muhammad Nafis

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa disambut oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Sabang, Ibu Widya dan Ibu Syamsiar, yang memberikan pengantar mengenai perkembangan produksi cokelat di Sabang dan dukungan pemerintah terhadap UMKM lokal.

Mahasiswa kemudian diperkenalkan pada berbagai proses pengolahan tanaman kakao menjadi produk bernilai tambah. Di Rumah Produksi Cokelat, peserta melihat langsung proses pembuatan olahan kakao seperti Choco Nibs, Teh Kakao, bubuk tubruk kakao, dan aneka cokelat dengan berbagai rasa yang telah dikemas dan dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Sabang.

Menariknya, produksi cokelat di Sabang yang dikelola oleh pelaku UMKM lokal masih berskala terbatas, yakni antara 50 hingga 80 kilogram per bulan, tergantung pada permintaan pasar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya efisiensi produksi dan inovasi teknologi pascapanen.

kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun kakao milik Pak Abdullah di kawasan Pantai Seunara, salah satu mitra binaan Dinas Pertanian dan Pangan Sabang. Di lahan seluas bagian dari total 700 hektare perkebunan kakao yang ada di Sabang, mahasiswa mempelajari teknik budidaya, panen, fermentasi, hingga pengeringan biji kakao.

Dr. Muhammad Idkham menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam membangun konektivitas antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan. “Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknologi, tapi juga memahami pentingnya kolaborasi antara petani, UMKM, dan pemerintah dalam membangun industri lokal yang berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Devianti menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan seperti ini merupakan bagian penting dari pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. “Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya paham teori, tapi juga siap memberikan solusi untuk dunia nyata,” tegasnya.

Kegiatan field trip ini diharapkan menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk terus menggali potensi lokal, serta mendorong teknologi pertanian yang aplikatif dan berpihak pada masyarakat.

Leave a comment