Sabang, 11–12 Mei 2025 — Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kota Sabang, tepatnya di Rumah Produksi Cokelat Sabang. Kegiatan ini digelar selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Mei 2025, bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan komoditas lokal.
Dipimpin oleh Dr. Purwana Satriyo, S.TP, MT, IPM sebagai Ketua Pengabdian, Adapun anggota tim pengabdian lainnya yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah: Prof. Devianti, S.TP, MP, Prof. Ramayanty Bulan, S.T, M.Si, Prof. Agus Arip Munawar, S.TP, M.Sc, Dr. Muhammad Dhafir, S.T, M.Si, Dr. Safrizal, S.T, M.Si, Dr. Raida Agustina, S.TP, M.Sc, Bambang Sukarno Putra, S.TP, M.Si, dan Mardiantono, S.TP, M.Si. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, S.TP, M.Si, bersama para mahasiswa.
Hari pertama difokuskan di Rumah Produksi Cokelat Sabang, yang menjadi sentra pelatihan dan produksi olahan kakao lokal. Peserta kegiatan diperkenalkan pada proses pengolahan biji kakao menjadi produk cokelat siap konsumsi, dengan penekanan pada aspek teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi daerah. Dalam sesi ini, peserta juga berdiskusi langsung dengan para pelaku UMKM pengolahan cokelat di Sabang untuk menyerap pengalaman lapangan.
Kegiatan dilanjutkan ke kebun kakao milik petani binaan Dinas Pertanian dan Pangan Sabang. Di lokasi ini, peserta melakukan observasi langsung terhadap praktik budidaya kakao serta mengenal lebih dalam potensi perkebunan sebagai hulu dari industri cokelat lokal. Pendampingan dan edukasi diberikan terkait pengelolaan pascapanen, fermentasi, serta penerapan teknologi sederhana untuk meningkatkan mutu hasil.
Dr. Purwana menyampaikan bahwa pengabdian ini bertujuan untuk mendorong transformasi pengetahuan dari kampus ke masyarakat. “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat, terutama dalam pengembangan komoditas unggulan seperti kakao,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Idkham menekankan pentingnya integrasi antara pertanian dan teknologi pengolahan. “Dengan pendekatan teknik pertanian, kita bisa memperpendek rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Ini sangat relevan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat di daerah,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Dinas Pertanian dan Pangan Sabang. Kepala Dinas mengapresiasi inisiatif USK yang dinilai mampu memberikan motivasi dan wawasan baru bagi petani serta pelaku usaha olahan kakao di wilayah tersebut.
Pengabdian ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara dunia kampus dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Leave a comment