Aceh Besar, 15 & 24 April, Dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan berbasis pesantren, sebuah program inovatif bertajuk “Implementasi Agroekosistem Berbasis Smart Farming untuk Menunjang Kemandirian Pangan di Pondok Pesantren Aceh Besar” resmi diluncurkan. Program ini merupakan kolaborasi antara pesantren, akademisi, dan pemangku kepentingan lokal, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P, dari Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL) di Universitas Syiah Kuala, sebagai Ketua Tim Pelaksana dari salah satu program Pengabdian kepada Masyarakat kolaborasi Indonesia(PMKI) dengan mitra dari Universitas Sumatera Utara.
Program ini dirancang untuk memadukan teknologi pertanian cerdas (smart farming) dengan sistem agroekosistem yang berkelanjutan. Teknologi seperti sensor tanah, irigasi otomatis, aplikasi pemantauan pertanian, serta pendekatan pertanian organik diterapkan secara langsung di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan ini juga didukung oleh SMK PP Negeri Saree Aceh Muhammad Amin SP. MP ikut sharing ilmu kepada santri.
“Smart farming bukan hanya soal alat, tetapi tentang cara berpikir baru dalam mengelola pertanian secara efisien, adaptif, dan ramah lingkungan. Melalui program ini, kami ingin membentuk generasi santri yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kecakapan teknologi pertanian yang aplikatif,” ujar Prof. Ichwana.
Beliau menambahkan bahwa program ini juga akan menjadi laboratorium hidup bagi para santri, di mana mereka bisa belajar langsung dari proses budidaya, manajemen lahan, hingga pengolahan hasil pertanian dan pemaaran produk hasil pertanian. “Ini bagian dari dakwah ekologis, bagaimana kita mendidik anak-anak pesantren untuk mencintai bumi dan mengelola sumber daya alam dan lingkungan secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Setelah sosialisasi saat ini, proses pengerjaan dan implementasi teknologi sedang berlangsung di area pertanian pesantren Terpadu Tgk Eumpe Awee. Beberapa perangkat sensor dan sistem irigasi otomatis mulai dipasang. Aktivitas pembukaan lahan, penanaman tahap awal telah dimulai.
Ketua Yayasan pesantren Tgk Eumpe Awee Dr. Ansari Muhammad, S.Pt., M.Si beserta Pimpinan pesantren Ustad Khairunnas,S.Pd., M.Ag menyambut baik inisiatif ini, seraya berharap agar model ini bisa direplikasi oleh pesantren lain di Aceh maupun secara nasional. Selain menunjang kebutuhan pangan internal, hasil pertanian juga diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi alternatif bagi pesantren dan masyarakat sekitar.

Leave a comment