
Darussalam, Aceh Besar – 6 Mei 2025. Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala melalui Departemen Agribisnis menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Darussalam Aceh Besar dalam program pemberdayaan petani berbasis teknologi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 6 dan 20 Mei 2025, bertempat di kantor BPP Darussalam.
Dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Petani Melalui Komoditi Lokal dan E-Commerce,” program ini menyasar kelompok tani dari Gampong Limpok dan Gampong Tanjong Seulamat. Tujuannya adalah membekali petani dengan keterampilan pemasaran digital sekaligus memperkenalkan potensi komoditi lokal seperti durian, pinang, petai, dan sirsak sebagai produk bernilai tambah tinggi.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari petani dan penyuluh mengikuti kegiatan ini. Para peserta tampak antusias, meskipun sebagian besar berasal dari kelompok usia tidak muda lagi. Mereka secara aktif mencoba menggunakan aplikasi e-commerce berbasis ponsel pintar untuk simulasi pemasaran produk pertanian.
“Saya rasa mereka cukup cepat beradaptasi dengan smartphone. Ini modal penting agar petani kita tidak tertinggal dalam era digital,” ujar Dr. Ir. Azhar, M.Sc., salah satu narasumber dari Departemen Agribisnis FP USK.
“Kami juga senang karena program ini tidak hanya soal teknologi, tapi juga menjembatani relasi antara kampus dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Pelatihan ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan pasar agribisnis modern yang semakin kompetitif. Penguasaan teknologi digital, khususnya e-commerce, diyakini dapat membantu petani menjangkau pasar lebih luas, memperpendek rantai distribusi, dan meningkatkan margin keuntungan.
Sebagai bentuk dukungan langsung terhadap produktivitas petani, Departemen Agribisnis FP USK turut menyerahkan bantuan bibit tanaman produktif kepada peserta kegiatan. Bibit tersebut diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi kelompok tani sekaligus mendorong keberlanjutan praktik pertanian berbasis komoditas lokal.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di pelatihan, tapi menjadi awal dari gerakan petani digital di Aceh Besar,” ujar Koordinator BPP Darussalam, Juliani, S.TP.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama Laboratorium Pengembangan Masyarakat dan Wilayah Pedesaan (LPMWP) Departemen Agribisnis USK dan BPP Darussalam. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, LPMWP merencanakan untuk menjadikan kawasan BPP Darussalam sebagai lokasi living lab (laboratorium hidup) dalam membangun model pemberdayaan petani secara berkelanjutan yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan mitra lokal. (AZ)

Leave a comment