Banda Aceh 18 Maret 2025 – Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala (USK), berbagai isu akademik, kebijakan kampus, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan mahasiswa menjadi topik utama diskusi antara Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU dengan para dosen dan tenaga kependidikan. Acara ini dimoderatori langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D. dan dihadiri oleh. Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU. Wakil Rektor Bidang Akademik ; Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Dr. Taufiq Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat.  Selain itu, hadir pula para Wakil Dekan Fakultas Pertanian, Ketua SAU dan SAF, Ketua Remunisasi, para direktur, serta kepala bagian biro terkait.

Dalam sesi diskusi, berbagai pertanyaan dan masukan diajukan oleh para peserta, mencerminkan perhatian besar civitas akademika terhadap pengelolaan dan masa depan USK.

Menanggapi Kebijakan Gubernur Aceh tentang Sholat dan Mengaji di Jam Kerja

Prof. Rita Khatir menyampaikan keprihatinannya terkait instruksi Gubernur Aceh yang mengharuskan pelaksanaan sholat dan mengaji di jam kerja. Ia menanyakan bagaimana kebijakan ini akan diterapkan di lingkungan USK tanpa mengganggu efektivitas perkuliahan.

Menanggapi hal ini, Rektor USK menjelaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap perumusan kebijakan bersama Wakil Rektor I. Salah satu usulan yang sedang dipertimbangkan adalah mewajibkan setiap kelas untuk mengutip ayat-ayat Al-Qur’an sebagai motivasi sebelum memulai pembelajaran.

Terkait efisiensi jam belajar, Prof. Rita juga menyoroti kebijakan pemangkasan sesi kuliah dari lima sesi menjadi empat sesi. Ia menegaskan bahwa seharusnya yang ditingkatkan adalah etos kerja dan optimalisasi waktu belajar, bukan justru menguranginya. Namun, Rektor menegaskan bahwa pengurangan sesi kuliah bertujuan untuk memberi ruang lebih bagi aktivitas ibadah.

Peningkatan Fasilitas Kampus dan Kesejahteraan Civitas Akademika

Beberapa dosen mengangkat isu mengenai fasilitas dan kesejahteraan tenaga pendidik di USK.

Dr. Ir. Susanna, M.Si. menanyakan mengenai persyaratan jenjang jabatan untuk menjadi kepala laboratorium di Departemen Proteksi Tanaman. Rektor menjelaskan bahwa jika tidak ada kandidat yang memenuhi syarat, maka kampus akan menunjuk pejabat sementara (PLT) hingga ada yang memenuhi kualifikasi.

Pak Tasmin Tassar mengajukan pertanyaan tentang jaringan Telkomsel, penghematan air dan listrik, serta kebutuhan polisi tidur di sekitar kampus. Rektor menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Telkomsel dan penyedia jaringan akan dilakukan oleh tim ICT USK, sementara pembangunan polisi tidur akan segera direalisasikan oleh biro terkait.

Jumadil Akhir, S.Hut., M.Si menyoroti kekurangan dosen kontrak di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Gayo Lues, serta kekosongan status akreditasi yang berpotensi menghambat mahasiswa dalam menyelesaikan studi. Rektor menegaskan bahwa langkah sementara akan segera diambil untuk mengatasi masalah ini.

Dr. Ir. Asmawati, S.TP., M.Sc. mengajukan permintaan alat laboratorium serta mempertanyakan kebijakan jumlah kelas dalam praktikum. Ia menekankan bahwa jumlah mahasiswa dalam satu kelas seharusnya tidak lebih dari 20 orang, tetapi pengurangan kelas justru sering kali tidak dihitung dalam poin penilaian. Rektor menyerahkan keputusan ini kepada Wakil Rektor I untuk menindaklanjutinya.

Dana Kesejahteraan dan Pembangunan Laboratorium Baru

Beberapa dosen juga mengajukan pertanyaan mengenai kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk dana pensiun dan pembangunan laboratorium.

Ir. Tjut Chamzurni, M.P menyoroti dana kesejahteraan yang diharapkan dapat cair sebelum ia pensiun. Rektor menjelaskan bahwa formula pembagian dana kesejahteraan sebesar Rp 4,3 miliar masih dalam tahap perumusan, mengingat jumlah PNS di USK mencapai lebih dari 2.000 orang.

Bu Aya meminta agar kampus membangun laboratorium baru untuk kultur jaringan serta mempertanyakan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rektor menjelaskan bahwa pembangunan lab akan dikoordinasikan dengan fakultas terkait, sementara pengangkatan PPPK membutuhkan anggaran besar di tengah kebijakan efisiensi yang sedang diterapkan.

Dr. Zuraida Hanum, S.Pt., M.Si mengajukan permintaan peningkatan fasilitas keamanan dan infrastruktur di kampus, termasuk penambahan satpam, pemasangan CCTV, serta peningkatan akses internet (WiFi). Ia juga menyoroti kondisi ruang kelas dan aula yang mengalami kebocoran. Rektor menyatakan bahwa semua permintaan ini akan ditinjau kembali oleh Wakil Rektor IV selaku penanggung jawab bidang perencanaan kampus.

Disiplin Mahasiswa dan Tantangan Sosial di Lingkungan Kampus

Dalam diskusi, Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S. menekankan pentingnya kedisiplinan dalam berpakaian bagi mahasiswa serta peran dosen dalam membentuk karakter akademik yang kuat. Ia juga mengangkat isu sosial seperti identitas gender dan LGBT yang mulai muncul di lingkungan akademik, serta dampaknya terhadap sistem pendidikan di USK.

Rektor menanggapi dengan menyatakan bahwa pembentukan karakter mahasiswa menjadi tanggung jawab bersama antara institusi dan tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa universitas akan terus menjaga nilai-nilai moral dan etika akademik dalam setiap kebijakan yang diambil. Selain itu, rekomendasi dari senat universitas akan menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih disiplin dan responsif terhadap tantangan sosial yang berkembang.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana terbuka ini mencerminkan komitmen USK dalam mendengar aspirasi civitas akademika dan mencari solusi bersama untuk setiap tantangan yang ada. Rektor menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana kampus agar USK dapat menjadi institusi yang lebih maju dan berdaya saing.

Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan komunikasi antara pimpinan universitas dan civitas akademika semakin erat, sehingga berbagai permasalahan dapat segera ditindaklanjuti demi kemajuan bersama.

Leave a comment