
BANDA ACEH – Dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada Sabtu, 15 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung di Banda Aceh dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta anak-anak yatim dari berbagai panti asuhan di sekitar kota.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dzikri Miftahul Hadi, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh makna. Setelah itu, Muhammad Nafis, selaku Ketua Panitia, menyampaikan sambutannya yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam bulan Ramadan. “Acara ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bentuk kepedulian dan rasa syukur kita dalam berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua Himpunan HIMATETA, Husain Ahmad Alfatah, dalam sambutannya juga menyoroti peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. “Momentum Ramadan ini mengajarkan kita tentang empati dan pentingnya berbagi kepada sesama,” katanya.
Pembina HIMATETA, Bambang Sukarno Putra, S.TP., M.Si., sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengadakan kegiatan Ramadhan ini. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan menjadi bagian dari budaya HIMATETA dalam membangun kepedulian sosial,” ungkapnya.
Ketua Departemen Teknik Pertanian, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si., turut memberikan sambutan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai keislaman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Tidak hanya ilmu yang kita kejar di kampus, tetapi juga bagaimana kita memanfaatkannya untuk kebaikan bersama,” paparnya.

Puncak acara sebelum berbuka puasa adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Salman Al-Khaitami Ja’far. Dengan tema “Memupuk Rasa Empati dan Meningkatkan Taqwa dengan Berbagi kepada Sesama dalam Ramadan yang Penuh Berkah,” tausiyah ini mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna berbagi di bulan Ramadan.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang bagaimana kita merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu mereka, tetapi juga membersihkan hati dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Ustaz Salman dalam ceramahnya.
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak-anak yatim. Ketua Himpunan HIMATETA bersama para dosen menyerahkan bantuan secara simbolis, yang diharapkan dapat meringankan beban mereka menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tepat pukul 18.51 WIB, seluruh peserta bersama-sama menikmati hidangan buka puasa yang telah disiapkan. Suasana penuh keakraban terlihat saat mahasiswa dan dosen berbincang dengan anak-anak yatim yang hadir. Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah.
Menutup rangkaian acara, seluruh peserta dan panitia melakukan sesi foto bersama serta membersihkan area tempat berlangsungnya kegiatan. “Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak yatim, tetapi juga bagi kami yang terlibat dalam acara ini. Semoga tahun depan bisa lebih besar dan lebih banyak yang terbantu,” kata salah satu panitia dengan penuh harap.
Acara buka puasa bersama dan santunan ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadan adalah bulan berbagi, bulan untuk menebarkan kebaikan, serta memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. HIMATETA USK telah menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Leave a comment