Oleh : Bambang Sukarno Putra, S.TP, M.Si
Pertanian adalah pondasi peradaban, tulang punggung ekonomi, dan penjaga ketahanan pangan bangsa. Dalam konteks global yang kian kompleks dan tak menentu, sektor ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan. Hal inilah yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto dalam *Indonesia-Brasil Business Forum* yang digelar di Copacabana Palace, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11). Dalam forum ini, Presiden dengan tegas mengajak kedua negara untuk memperkuat kerja sama di sektor pertanian sebagai strategi bersama menghadapi tantangan global.
Mengapa Pertanian?
Saat geopolitik dunia bergejolak, ancaman krisis pangan menjadi nyata. Data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menunjukkan bahwa lebih dari 720 juta orang di dunia menghadapi kelaparan pada 2022, meningkat tajam akibat konflik geopolitik, pandemi COVID-19, dan perubahan iklim. Di Indonesia, ketergantungan pada impor pangan seperti gandum dan kedelai menunjukkan rapuhnya ketahanan pangan nasional.
Brasil, sebagai salah satu negara dengan sektor pertanian terkuat di dunia, menawarkan banyak pelajaran. Negara ini adalah eksportir terbesar daging sapi, ayam, dan kedelai, serta memiliki teknologi canggih dalam pengelolaan lahan pertanian. Indonesia, dengan luas lahan subur dan kekayaan hayati, memiliki potensi besar untuk menyaingi bahkan melampaui capaian Brasil, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat.
Namun, pertanian tidak hanya berbicara tentang hasil panen. Lebih dari itu, ia adalah solusi atas isu-isu besar: pengentasan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, hingga mitigasi perubahan iklim. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian menyerap sekitar 28,33% tenaga kerja di Indonesia pada 2023, menjadikannya sektor ekonomi terbesar dalam menyerap lapangan pekerjaan.
Tantangan yang Dihadapi
Meski demikian, sektor pertanian di kedua negara memiliki tantangan tersendiri. Di Brasil, ekspansi besar-besaran untuk lahan pertanian sering kali berbenturan dengan isu deforestasi hutan Amazon. Sementara di Indonesia, alih fungsi lahan dan ketergantungan pada komoditas tertentu, seperti sawit, telah mempersempit diversifikasi pertanian.
Kondisi ini diperburuk oleh dampak perubahan iklim yang menghantam kedua negara. Penurunan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia dan kebakaran hutan di Brasil menjadi ancaman nyata bagi produktivitas pertanian. Di sinilah kolaborasi strategis antara Indonesia dan Brasil dapat menjadi jawaban atas tantangan bersama ini.
Kolaborasi yang Membawa Solusi
Presiden Prabowo menyampaikan ajakan yang tidak hanya retoris, tetapi penuh visi. Kolaborasi Indonesia dan Brasil dalam sektor pertanian memiliki potensi besar, mulai dari pertukaran teknologi hingga diversifikasi komoditas.
1. Transfer Teknologi
Brasil telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola pertanian berbasis teknologi canggih. Sistem *precision farming* yang diterapkan Brasil memungkinkan penggunaan teknologi drone, kecerdasan buatan, dan sensor untuk memantau kualitas tanah, irigasi, dan kondisi tanaman. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia, terutama dalam meningkatkan efisiensi lahan pertanian.
2. Diversifikasi Komoditas
Ketergantungan pada komoditas tunggal, seperti sawit di Indonesia atau kedelai di Brasil, menjadi risiko besar ketika terjadi fluktuasi harga pasar global. Melalui kerja sama, kedua negara dapat saling belajar untuk memperluas jenis komoditas yang diolah dan dipasarkan. Indonesia, misalnya, dapat mengembangkan pasar untuk produk rempah-rempah, kopi, dan kakao yang memiliki potensi ekspor besar.
3. Penelitian dan Pengembangan
Kolaborasi dalam bidang penelitian dapat membuka peluang baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian bersama tentang varietas unggul, pupuk ramah lingkungan, atau teknik pertanian berkelanjutan dapat membawa manfaat besar bagi kedua negara.
4. Perlindungan Lingkungan
Kedua negara memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Indonesia dapat belajar dari Brasil dalam pengelolaan lahan besar tanpa merusak ekosistem, sementara Brasil dapat mempelajari praktik-praktik agroforestri dari Indonesia yang menggabungkan tanaman pertanian dengan konservasi hutan.
Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Kolaborasi pertanian ini tidak hanya tentang keuntungan negara, tetapi juga dampak langsungnya pada masyarakat luas. Di Indonesia, lebih dari 70% petani adalah petani kecil yang menggarap lahan kurang dari satu hektar. Dengan transfer teknologi dan akses pasar yang lebih luas, para petani ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatannya.
Brasil, dengan model koperasi petaninya yang sukses, dapat menjadi contoh bagi Indonesia dalam mengorganisir petani kecil agar memiliki daya tawar lebih kuat di pasar global.
Menjadikan Pertanian sebagai Diplomasi Global
Di tengah forum ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama di sektor pertanian juga merupakan bentuk diplomasi global. Ketika dua negara besar seperti Indonesia dan Brasil bersatu untuk memperkuat ketahanan pangan, dampaknya tidak hanya terasa di dalam negeri, tetapi juga pada stabilitas global.
Forum seperti *Indonesia-Brasil Business Forum* menjadi langkah awal yang strategis. Namun, langkah ini perlu diikuti dengan aksi konkret, seperti pembentukan tim kerja sama bilateral di sektor pertanian, implementasi proyek percontohan di masing-masing negara, hingga peningkatan investasi di bidang ini.
Melihat Masa Depan dengan Optimisme
Kita hidup di era yang penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang. Kerja sama strategis Indonesia dan Brasil dalam sektor pertanian adalah salah satu cara untuk mengatasi tantangan besar dunia—mulai dari ketahanan pangan hingga keberlanjutan lingkungan.
Namun, keberhasilan kolaborasi ini tidak hanya bergantung pada para pemimpin negara atau pelaku usaha besar. Setiap elemen masyarakat, termasuk petani kecil, akademisi, dan generasi muda, perlu menjadi bagian dari gerakan ini.
Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, “Pertanian adalah kunci, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.” Dengan menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas, Indonesia tidak hanya membangun ketahanan pangannya, tetapi juga masa depannya.
PertanianUntukBangsa #KolaborasiGlobal #IndonesiaBrasilBersama

Leave a comment