Banda Aceh, 19 November 2024 – Dalam upaya memastikan kelancaran program Wirausaha Merdeka Universitas Syiah Kuala (WMK USK) 2024, pengelola WMK USK mengadakan rapat koordinasi rutin bersama para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Selasa, 19 November 2024, pukul 09.00–12.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kewirausahaan, Gedung Flamboyan Lantai 2 Universitas Syiah Kuala.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., didampingi oleh pengelola WMK USK, yakni Dra. Erlidawati, M.Si. dan Ir. Sayyid Afdhal El Rahimi, M.Si.. Agenda utama rapat mencakup beberapa topik penting, di antaranya Diskusi mekanisme penarikan atau penjemputan mahasiswa dari mitra UKM. Tahapan ini menjadi fokus utama mengingat mahasiswa akan segera menyelesaikan masa praktiknya di berbagai mitra usaha kecil dan menengah (UKM). DPL dan pengelola membahas mekanisme yang efektif untuk memastikan proses ini berjalan lancar, baik dari sisi logistik maupun administrasi.

Selanjutnya, desiminasi hasil praktik mahasiswa. Desiminasi menjadi langkah strategis untuk mempresentasikan capaian mahasiswa selama berinteraksi dengan mitra UKM, termasuk inovasi atau kontribusi yang telah diberikan.

Persiapan Bootcamp. Bootcamp dirancang sebagai tahap intensif bagi mahasiswa untuk memperkuat keterampilan dan pemahaman mereka dalam menghadapi tantangan kewirausahaan nyata.

Rencana Demoday dan Expo. Agenda ini menjadi puncak dari program WMK, di mana mahasiswa akan memamerkan hasil usahanya kepada publik dan jaringan potensial. Demoday dan Expo diharapkan dapat mempertemukan mahasiswa dengan investor, mitra bisnis, serta peluang kolaborasi lainnya.

Selain agenda utama, rapat juga membahas isu-isu teknis lain yang dianggap penting untuk kelancaran program WMK USK 2024.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc. menegaskan pentingnya peran DPL dalam mendukung keberhasilan program ini. Ia mengingatkan bahwa tugas DPL tidak hanya sebagai pembimbing teknis, tetapi juga sebagai mentor yang menginspirasi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda yang tangguh dan inovatif.

“DPL memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang maksimal selama praktik. Mekanisme penarikan mahasiswa dari mitra harus dipastikan berjalan lancar, sehingga semua tahapan berikutnya seperti Bootcamp, Demoday, dan Expo dapat terlaksana dengan sukses,” ujar Dr. Rahmat.

Diskusi berlangsung produktif dengan berbagai masukan dari DPL terkait pengalaman mereka selama mendampingi mahasiswa di lapangan. Para DPL juga menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, seperti perbedaan pola kerja antar mitra UKM dan kesiapan mahasiswa dalam menyerap ilmu praktis.

Dra. Erlidawati, M.Si. sebagai salah satu pengelola WMK menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara DPL, mahasiswa, dan mitra UKM. “Kita harus memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan program ini. Dengan begitu, hasil yang kita capai akan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ir. Sayyid Afdhal El Rahimi, M.Si. menambahkan bahwa kolaborasi antara tim pengelola dan DPL menjadi kunci keberhasilan program. Ia juga mengapresiasi dedikasi DPL yang telah menjalankan perannya dengan baik sejauh ini.

Rapat koordinasi ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan langkah dan strategi dalam menyelesaikan tahapan akhir program WMK USK 2024. Dengan komitmen dari pengelola, DPL, dan mahasiswa, diharapkan program ini dapat menghasilkan wirausahawan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat dan berdaya saing global.

Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala terus berupaya memberikan dukungan terbaik agar program Wirausaha Merdeka menjadi salah satu model pendidikan kewirausahaan yang inspiratif dan sukses di Indonesia.

Leave a comment