“Mewujudkan wirausaha bumbu kering yang halalan thayyiban”

Salah satu hibah kegiatan pengabdian kepada masyarakat kompetitif nasional (PKM-KN)  dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat anggaran tahun 2024 yang dimenangkan oleh dosen Universitas Syiah Kuala (USK) adalah kegiatan dengan judul “Penerapan teknologi pengering terowongan Hohenheim Aceh mewujudkan produk kering yang halalan thayyiban bagi kelompok wira usaha Adee Thoe Ajee di Aceh Besar”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc sebagai ketua pelaksana dengan afiliasi sebagai dosen prodi Teknik Pertanian USK. Sebagai anggota pelaksana adalah Ibu Sri Maryati, S.TP., M.Si (dosen prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Teuku Umar) dan Ibu Marai Rahmawati, SP., M.Sc (dosen prodi Agroteknologi USK).

Secara terpisah, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes (Ketua LPPM-USK) mengatakan bahwa, pada tahun ini ada 13 judul PKM-KN batch 1 dan 4 judul PKM-KN batch 2 yang didanai. “Kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dosen kami yang memeroleh hibah tahun ini, semoga bisa menginspirasi para dosen lainnya untuk mendapatkan hibah di tahun mendatang”.

Dr. Rita menyampaikan kegiatan yang diajukan dengan rencana anggaran sebesar 50jt telah disetujui dengan anggaran 49,25jt (98.5%), atau hampir 100% disetujui. “Hal ini tidak lepas dari penyusunan proposal kita yang tentunya realistis”, jelasnya. “Alhamdulillah dengan fokus riset pada pengembangan teknologi pengeringan sejak tahun 2015, saya telah memenangkan 1 hibah pengabdian Kompetitif Nasional (KN) tahun 2018, 1 hibah pengabdian KN tahun 2019, 1 hibah pengabdian PNBP 2020, 1 hibah pengabdian rumah amal USK 2021, 1 hibah pengabdian PNBP 2022, 1 hibah pengabdian PNBP 2023, dan 2 hibah pengabdian tahun 2024”. “Pada tahun ini secara spesial kami melaksanakan 2 hibah pengabdian sekaligus”. “Secara total sejak periode 2018-2024, kami telah membangun 18 unit alat pengering terowongan Hohenheim”, paparnya kepada redaksi.

Foto 1: FGD awal tim pelaksana dan UKM ATA di Kantor Geuchik Ajee Cut pada 17/07/2024

Kelompok wirausaha Adee Thoe Ajee yang selanjutnya dibranding dengan nama UKM ATA adalah kelompok wirausaha baru yang dibentuk di Desa Ajee Cut, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Kelompok ATA beranggotakan 10 orang wanita muda yang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja. Kelompok ATA memang dibentuk berbasis orang muda sebagai salah satu strategi keberlanjutan kegiatan di masa yang akan datang. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan sepanjang periode kontrak hibah Juni-Desember 2024, dan akan dilanjutkan dengan pendampingan mandiri oleh Dr. Rita dan kawan-kawan yang tergabung dalam kelompok tim peneliti Srikandi Aceh. Metode kegiatan yang lain adalah pendekatan personal, pendekatan keagamaan dan sosial, serta kekeluargaan. Metode partisipasi mitra juga dilakukan misalnya melalui pemberian sub pekerjaan kepada pihak mitra sesuai keahliannya, misalnya untuk pembuatan pengecoran lantai pengering dan kegiatan penyediaan tempat dan konsumsi kegiatan.

Foto 2: Alat pengering terowongan Hohenheim Aceh di UKM ATA

Kegiatan hibah ini telah mendukung UKM ATA dengan 1 unit alat pengering terowongan Hohenheim Aceh ukuran panjang 3m, lebar 1m senilai 20jt, 1 unit android printer termal senilai 4,9jt, dan seperangkat fasilitas produksi seperti lemari, meja kerja, grinder, perkakas, timbangan digital, kemasan dan label dengan total nilai 5jt. Sejumlah 2jt rupiah diberikan dalam bentuk tunai yang akan diperuntukkan untuk modal awal pembelian bahan baku. “Sampai saat berita ini dirilis, realisasi anggaran untuk mitra sudah mencapai 65% dari total dana hibah”, papar Ibu Sri Maryati sebagai anggota pelaksana. Lebih lanjut  beliau mengklarifikasikan bahwa peruntukan anggaran yang kami ajukan dalam proposal adalah 76% untuk teknologi yang dihibahkan kepada masyarakat, 9% honor di luar tim pelaksana, 2% biaya perjalanan dan 12% biaya pelatihan dan pendampingan. “Saya turut bangga bisa dilibatkan pada kegiatan tahun ini, dengan harapan pada tahun berikutnya saya bisa melaksanakan kegiatan serupa di masyarakat saya di Aceh Barat”, tutur Ibu Sri.

Potensi yang dimiliki oleh kelompok ATA pada saat adalah ilmu pengetahuan yang sudah diberikan, 1 set teknologi produksi dan sumber daya manusia (SDM). Dengan ini mereka beri’tikad untuk berjaya, “UKM ATA, JAYA, JAYA, JAYA”, begitu slogan mereka. “Sebagai warga kecamatan Ingin Jaya, kami mau JAYA”, begitu seloroh Ibu Yeni sebagai Ketua UKM ATA sekaligus Ibu Ketua PKK Desa Ajee Cut.

Allah berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 7, bahwa apabila kita menyia-nyiakan potensi alias mubazir, maka kita telah menjadi kawan syaitan. Selain itu kita harus berkomitmen dan Amanah dalam menggunakan anggaran belanja yang dipercayakan oleh negara kapada kita. Hal ini merupakan salah satu strategi penguatan pelaksanaan program PKM, di mana Dr. Rita menggunakan pendekatan agama dengan mengingatkan kembali konsep-konsep dan nilai-nilai yang direkomendasikan dalam Al-Quran dan Hadits.

Foto 3: Foto bersama tim pelaksana, UKM ATA dan mahasiswa pada 03/10/2024 

Kelompok ATA telah menerima ilmu pengetahuan terkait manajemen produksi, manajemen mutu, manajemen usaha digital, dan manajemen pemasaran online. Sekarang saatnya realisasi, karena ilmu yang tidak diamalkan akan hilang kembali dan tidak bermanfaat seperti pohon yang tidak berbuah.

Kami mengharapkan dukungan masyarakat nantinya untuk membeli produk UKM ATA yang diproses dengan penerapan teknologi pengering terowongan Hohenheim, sehingga produknya benar-benar terjamin bersih dari kontaminasi najis (kotoran). Ibu Marai Rahmawati menjelaskan bahwa produk-produk yang akan hadir dari UKM ATA meliputi simplisia jahe, simplisia kunyit, cabe kering utuh, cabe bubuk, kunyit bubuk, ketumbar bubuk, jahe bubuk, bawang putih bubuk, asam sunti utuh, lada bubuk, dan rempah bubuk lainnya seperti kayu manis. Produk spesial UKM ATA yang direncanakan adalah aweuh jampu halus dan bumbu kuah pliek instant. “Jadi ibu-ibu muda yang berkarir bisa dengan mudah memasak kuah pliek untuk keluarganya karena ada bumbu dari UKM ATA”, ungkap Ibu Marai.

Semoga kehadiran produk UKM ATA bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan produk berkualitas lagi halal, serta bisa menginspirasi ibu-ibu muda lainnya. Gampong Berdaya Masyarakat Berjaya, Amin. 

Leave a comment