Banda Aceh, Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menggelar kegiatan Pre-Immersion Wirausaha Merdeka (WMK) tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini berhasil menyatukan para akademisi, praktisi bisnis, dan mahasiswa dalam satu wadah untuk menggali potensi kewirausahaan. Acara yang berlangsung dari tanggal 30 September hingga 5 Oktober 2024 ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang. Di antaranya adalah Rachmat Ryanto, SH., MM, CPPP, CDD, CSCA, Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh yang memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep design thinking. Kemudian ada, Sofyan, SH, MM, CPM, CPArb, Pimpinan Cabang Bank KB Bukopin Syariah Cabang Banda Aceh yang turut hadir memberikan wawasan mengenai manajemen pemasaran.

Tidak hanya dari sektor perbankan, dunia usaha juga turut berkontribusi. Daudy Sukma, SE, MM., sosok di balik kesuksesan Minyeuk Pret, berbagi pengalamannya dalam pengembangan rencana bisnis. Sementara itu, Munardi Nazwar, ST., dari d’Green Laundry menginspirasi peserta melalui materi tentang validasi ide dan konsep bisnis dengan kisah suksesnya dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. Para dosen dari USK juga memberikan materi yang sangat menarik, mulai dari Dr. Evi Ramadhani, Dr. Fifi Yusmita, Dra. Erlidawati, Sophia Imari, dan Khairun Amala, masing-masing memberikan perspektif yang berbeda mengenai dunia kewirausahaan, mulai dari Karakter dan Pola Pikir Wirausaha, Lean Canvas, Pemasaran Digital (Foto, Caption, Marketing Plan, Saluran Pemasaran Digital), serta Regulasi dan Etika Bisnis

Tim Inkubator Kewirausahaan USK yang diwakili oleh Ir. Sayyid Afdhal El Rahimi, S.Kel, M.Si., (juga pengusaha Metal Detector)  dan Hendra Halim, ME., turut memberikan materi tentang peningkatan kemampuan negosiasi serta materi tentang literasi dan inklusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta. Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah adanya sinergi yang kuat antara akademisi dan praktisi bisnis. Hal ini memungkinkan peserta untuk mendapatkan pengetahuan teoritis yang kuat sekaligus praktik langsung dari para pelaku bisnis.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. Apalagi sebahagian besar dari akademisi yang menjadi pembicara, juga merupakan sebagai dosen pelaku usaha yang memiliki berbagai bisnis sendiri,” ujar Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc, Direktur Direktorat Prestasu dan Kewirausahaan USK.

Para peserta menyambut antusias kegiatan ini. Mereka merasa terinspirasi dan mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat diaplikasikan dalam mengembangkan usaha. Salah seorang peserta, sebut saja namanya Buleun mengatakan, “Saya sangat terbantu dengan materi yang disampaikan, terutama mengenai pemasaran digital. Saya akan mencoba menerapkannya untuk bisnis saya,” sebutnya.

Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus diadakan secara rutin untuk mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari Pre-Immersion Wirausaha Merdeka, diharapkan para peserta dapat menjadi wirausaha muda yang sukses dan berkontribusi bagi perekonomian daerah.

Leave a comment