Aceh Besar, 21 September 2024 — Tim pengabdi dari Universitas Syiah Kuala (USK), yang terdiri dari Ashfa, Firdus, dan Siska Mellisa, sukses melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Penataan Kawasan Desa Lamnga Aceh Besar dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Kelompok Tani.” Kegiatan ini menggabungkan keahlian dalam perencanaan wilayah, biologi laut, dan budidaya perairan dengan memanfaatkan teknologi budidaya tiram dan konservasi mangrove.

Kegiatan ini dimulai dari 11 agustus sampai september, dan masih berlangsung  dibulan ini untuk kegiatan peletakan tempat pembibitan. Kegiatan ini didanai oleh DRPM 2024 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Gerakan Bangka/mangrove di Desa Lamnga. Salah satu fokus utama pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada kelompok tani terkait pembibitan, pembesaran, serta pengolahan tiram. Selain itu, disosialisasikan pula peta tatanan mangrove untuk mendukung pengelolaan kawasan secara ekologis dan ekonomis.

Prof. Dr. Ashfa, S.T., M.T., ketua tim pengabdian, menjelaskan pentingnya penataan kawasan mangrove sebagai salah satu kunci pengembangan ekowisata di Desa Lamnga. “Mangrove memiliki peran penting, baik secara ekologi maupun ekonomi. Potensi ekowisata mangrove di Lamnga sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan penataan kawasan yang baik, pengunjung dapat belajar tentang sistem budidaya tiram, peran mangrove dalam menjaga ekosistem pesisir, serta menjaga keberlanjutan tambak,” jelasnya.

Tim pengabdi juga memberikan 13 paket pembibitan tiram lengkap dengan peralatan pendukung kepada mitra kelompok tani. Pelatihan yang diberikan mencakup teknik pembesaran bibit tiram dan cara pengolahan tiram yang dapat meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu, kawasan mangrove didorong menjadi destinasi edukatif di mana masyarakat dan pemandu wisata lokal dapat memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang pentingnya pengelolaan tambak yang ramah lingkungan.

Mangrove yang terjaga di Desa Lamnga tidak hanya penting bagi kelangsungan ekosistem pesisir, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata dan budidaya tiram. Pelatihan yang diberikan kepada kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan hingga 25% dibandingkan sebelum kegiatan dilakukan.

“Harapan kami, kegiatan ini mampu meningkatkan ekonomi kelompok tani tanpa merusak lingkungan, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ekosistem laut yang berkelanjutan serta kehidupan sehat dan sejahtera,” tambah Ashfa.

Pengabdian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Lamnga, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada kesejahteraan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Berikut ini adalah gambaran keadaan desa sebelum dan sesudah tsunami : https://docs.google.com/document/d/15ueM7dne9da4SfyRkukRLt1l-cF8dGPq/edit?usp=drivesdk&ouid=109764922445809568813&rtpof=true&sd=true

#BudidayaTiram #KonservasiMangrove #PengabdianMasyarakatUSK #EkowisataLamnga**

Leave a comment