
Pada hari Jumat, 06/09/2024, dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc dan Dr. Murna Muzaifa, S.TP., MP melaksanakan pelatihan berbentuk sekolah lapang kepada UKM Meugah Pliek. Agroiindustri kecil UKM Meugah Pliek merupakan sebuah UKM yang didirikan pada tahun 2020 karena sudah langkanya produsen pliek-u di Kabupaten Aceh Besar. Selama kurun waktu 2020-2023, UKM Meugah Pliek memeroleh binaan berkelanjutan dari Dosen USK yang menamakan diri Tim Peneliti Srikandi Aceh (TPSA). Bentuk binaan yang diberikan berupa adaptasi Teknologi Tepat Guna (TTG) alat pengering terowongan Hohenheim Aceh, TTG alat pengepres hidrolik untuk pliek-u, TTG pengemasan pliek-u, dan manajemen usaha digital dengan aplikasi Qasir. Meugah Pliek juga sudah membuka toko online di market place Tokopedia.
Kegiatan yang dilaksanakan tahun ini adalah Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) yang didanai dengan anggaran PTNBH-USK tahun 2024. Produk inovasi yang diadaptasikan pada UKM Meugah Pliek kali ini adalah TTG cara membuat sabun yang diberi nama Sabun Pliek Aceh (SPA).
Kegiatan dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri dari UKM Meugah Pliek , tim Peneliti srikandi Aceh, dan mahasiswa. Narasumber kegiatan adalah Ibu Anizar, S.Si., M.Pd yang merupakan guru Kimia pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (MA-RIAB) Aceh Besar. UKM Meugah Pliek yang hadir adalah Ibu Elfina Dewi (outlet Lamreh), Ibu Dewi Eka (outlet Ajee Tjut), dan Ibu Asmaul Husna (outlet Blang Krueng). Adapun tim Peneliti Srikandi Aceh yang turut hadir adalah Ibu Marai Rahmawati, SP., M.Sc dan Ibu Yunita, S.Si., M.Sc
Dr. Rita Khathir menyampaikan keresahannya tentang keberlanjutan agroindustri pliek-u yang diakibatkan oleh tidak adanya inovasi produk, misalnya, orang muda lebih menyukai minyak rambut pomade dibandingkan minyak rambut Aceh (minyeuk keumeunyan). Oleh karena itu, dalam kegiatan kali ini, tim PKMBP-TTG melaksanakan program pemberdayaan UKM Meugah Pliek dengan diversifikasi dan inovasi produk baru yaitu sabun berbahan dasar minyak pliek atau sabun SPA.
Narasumber ke-2, Ibu Anizar, menyampaikan tentang sejarah sabun dan proses pembuatannya. Sabun sudah mulai digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu yang dibuat dengan mereaksikan antara lemak dan basa (proses saponifikasi). Sabun dapat membersihkan kotoran melalui proses pencucian dengan air karena 2 sifat uniknya yaitu hidrofobik (larut dalam zat non polar) dan hidrofilik (larut dalam air). Proses pembuatan sabun sendiri ada 3 cara yaitu cold process, hot process, dan melt and pour process.

Untuk pembuatan sabun transparan dibutuhkan cara hot process. Petunjuk pembuatan sabun diberikan dalam bentuk leaflet dan dibagikan dalam sekolah lapang kit kepada seluruh peserta. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan, yang langsung dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun.
Pengalaman sekolah lapang ini diharapkan memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada seluruh peserta. Tim pelaksana akan membina UKM Meugah Pliek dalam merealisasikan diversifikasi produk sabun SPA. Kepada seluruh masyarakat diharapkan memberikan dukungan moril dan materil dengan memberikan masukan positif kepada Meugah Pliek dan membeli produk sabun SPA. Produk ini akan diluncurkan ke pasar pada pertengahan bulan Oktober nanti, jelas Dr. Rita Khathir kepada tim jurnalis.

Leave a comment