Banda Aceh-Hanoi 25-31 Agustus 2024, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan perjalanan inspiratif ke salah satu desa kerajinan bambu yang tengah viral di Vietnam. Kunjungan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Eti Indarti, M.Sc., dengan rombongan yang terdiri dari 48 orang, termasuk ibu-ibu Dharma Wanita dan dosen USK.

Desa yang dikunjungi ini, yang berlokasi sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Hanoi, telah menarik perhatian banyak wisatawan karena kreativitas penduduk lokal dalam mengolah batang bambu menjadi daya tarik wisata. Awalnya, desa ini terkenal dengan produksi batang dupa bambu, yang dilakukan secara turun-temurun oleh penduduk setempat, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, desa tersebut mulai dikenal luas setelah salah seorang warga mendokumentasikan proses pembuatan batang bambu berwarna cerah, yang kemudian viral di media sosial.

Proses pengolahan bambu di desa ini dimulai dengan batang bambu yang dicacah secara manual hingga membentuk batang-batang halus seperti dupa. Batang-batang tersebut kemudian dihimpun dan diikat membentuk rumpun, sebelum dicelup ke dalam warna-warna cerah. Setelah itu, batang bambu dikeringkan dan disusun membentuk formasi seperti taman bunga. Formasi rumpun bambu berwarna-warni inilah yang menjadi daya tarik utama desa ini, menjadikannya destinasi baru yang ramai dikunjungi wisatawan.

Kegiatan ini memberi pelajaran berharga bagi rombongan DWP USK. Dalam pernyataannya, Prof. Dr. Ir. Eti Indarti, M.Sc., menekankan bahwa kunjungan ini membuka wawasan tentang bagaimana pengolahan bahan alam, jika dikombinasikan dengan kreativitas, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berdampak positif bagi pariwisata lokal. “Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat desa ini berhasil mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Eti juga menambahkan bahwa kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan UMKM di Aceh, khususnya dalam sektor kerajinan dan pariwisata. “Aceh memiliki banyak potensi alam yang bisa diolah menjadi produk kreatif. Kita bisa belajar dari desa ini bagaimana memanfaatkan kekayaan alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

DWP USK berharap agar kunjungan ini dapat memberikan inspirasi bagi para pelaku UMKM di Aceh untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk kreatif yang dapat meningkatkan daya tarik wisata daerah. Salah satu peserta Prof. Dr. Ichwana, ST, MP, yang juga sebagai Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan menyatakakan bahwa desa di Vietnam ini menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dan pemanfaatan sumber daya alam lokal dapat mengubah sebuah desa menjadi destinasi wisata yang terkenal, yang pada akhirnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Kunjungan DWP USK ini diakhiri dengan diskusi singkat antara rombongan dan perwakilan desa tentang proses produksi bambu dan strategi pengembangan pariwisata berbasis kerajinan lokal. Dengan semangat yang sama, DWP USK berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Aceh, serta mendorong UMKM lokal untuk mengambil inspirasi dari contoh-contoh sukses di tempat lain.

Leave a comment